Home / Sulsel

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:26 WIB

Bupati Bone Beri Penghargaan atas Inovasi Smart Hydro Loop, Mahasiswa Unhas Wujudkan Pertanian Cerdas di Desa Kajaolaliddong

LINTASCELEBES.COM BONE —  Transformasi digital mulai memberikan warna baru bagi pembangunan sektor pertanian di pedesaan. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin sukses mengimplementasikan program “Mannennungeng: Smart Hydro Loop” di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.

Program tersebut menghadirkan sistem pertanian cerdas yang mengedepankan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian di tingkat desa.
Pelaksanaan inovasi tersebut memperoleh sambutan dan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bone. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kontribusi nyata yang diberikan mahasiswa Universitas Hasanuddin kepada masyarakat.

Menurutnya, penerapan teknologi berbasis digital dalam sektor pertanian merupakan langkah strategis yang mampu membantu petani menghadapi berbagai tantangan, khususnya perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

“Kami sangat berterima kasih dan bangga atas dedikasi luar biasa dari mahasiswa Unhas di Desa Kajaolaliddong. Inovasi Smart Hydro Loop ini bukan sekadar simulasi ilmiah di atas kertas, melainkan solusi nyata yang langsung menyentuh akar rumput demi menjaga stabilitas ketahanan pangan kita,” ujar Bupati Bone.

Program Mannennungeng disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilanjutkan dengan proses diskusi bersama pemerintah desa, kelompok tani, dan berbagai unsur masyarakat di Desa Kajaolaliddong. Nama “Mannennungeng” sendiri diambil dari falsafah masyarakat Bugis yang bermakna berkelanjutan, sejalan dengan tujuan program untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam, penguatan kelembagaan masyarakat, serta peningkatan kemandirian dan kesejahteraan petani secara berkesinambungan.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin Tahun 2026, Fadel Muhammad S., mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, perhatian dari pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota tim untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Apresiasi dari Pak Bupati menjadi penyemangat bagi kami semua. Ini menunjukkan bahwa program yang kami jalankan, yang lahir dari diskusi bersama masyarakat, benar-benar dibutuhkan dan diperhatikan oleh pemerintah. Kami berharap Smart Hydro Loop tidak hanya berhenti di Desa Kajaolaliddong, tetapi bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Bone dalam membangun pertanian yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Umum UKM KPI Universitas Hasanuddin, Aydil Fitra Mulya, juga menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan Bupati Bone menjadi dorongan moral bagi organisasi untuk terus mengembangkan berbagai program pengabdian yang berdampak nyata.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah menjadi bukti bahwa kontribusi mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan oleh Pak Bupati. Ini membuktikan bahwa program pengabdian mahasiswa tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendapat tempat di hati pemerintah daerah. UKM KPI berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya selama program berlangsung, tetapi juga pasca-program, sehingga manfaatnya benar-benar terasa jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping Program, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa substansi utama program ini bukan hanya menghadirkan perangkat teknologi di lahan pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengelola teknologi tersebut secara mandiri. Pendekatan yang digunakan berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif warga dan penguatan kelembagaan lokal sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga.

“Mahasiswa hadir untuk mendampingi dan mentransfer pengetahuan, namun pilar utamanya tetap berada pada kesiapan dan kemandirian warga Desa Kajaolaliddong. Kami memproyeksikan sistem Smart Hydro Loop ini sebagai model pertanian cerdas yang bisa direplikasi di desa-desa lain,” pungkas Muh. Adnan Kasogi.(rls)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tuding Pihak Sekolah Drop Out Siswanya Secara Sepihak, AMIWB Aspirasi ke DPRD Wajo

Sulsel

Munafri Pastikan Pemulihan Keamanan dan Hak Korban Pasca Insiden DPRD

Sulsel

Waspada Antraks, Begini Antisipasi Dinas Kesehatan Kota Makassar

Sulsel

Ketua TP PKK Makassar Tinjau Posyandu di Dua Kecamatan, Dorong Partisipasi Masyarakat Cegah Stunting

Advertorial

Bersama Wabup dan Ketua TP PKK, Bupati Wajo Hadiri Pengukuhan Guru Besar Fakultas Teknik UMI

Sulsel

Danny Pomanto Hadiri Business Matching Tahap IV di Bali

Sulsel

Forum Kota sehat Kota Gorontalo Kunjungi Longwis di Kota Makassar

Advertorial

Safari Ramadhan, Danny Pomanto Ingatkan Jagai Anakta