Home / Wajo

Senin, 22 Januari 2024 - 20:17 WIB

Pj Gubernur Sulsel Minta TPID Stabilkan Harga Sejumlah Komoditi di Malili

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin melakukan peninjauan di Pasar Malili, Luwu Timur, Senin, 22 Januari 2024

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin melakukan peninjauan di Pasar Malili, Luwu Timur, Senin, 22 Januari 2024

LINTASCELEBES.COM LUWU TIMUR — Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Luwu Timur untuk turun tangan menstabilkan harga kebutuhan pokok di Malili.

Pasalnya, saat melakukan peninjauan di Pasar Malili, Luwu Timur, Senin, 22 Januari 2024, Bahtiar menemukan kenaikan sejumlah harga komoditi di daerah tersebut.

Peninjauan yang dilakukan tersebut berdasarkan arahan Presiden Jokowi dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait pengendalian inflasi. Di semua daerah, termasuk Luwu Timur, TPID dan seluruh Forkopimda terus melakukan koordinasi dan komunikasi untuk pengendalian inflasi, memastikan kebutuhan pokok tersedia dan harganya terjangkau.

Usai peninjauan, Bahtiar mengungkapkan, harga sejumlah komoditi seperti bawang merah, bawang putih, kentang, dan tomat relatif tinggi di pasaran. Begitupun dengan harga ikan dan ayam.

“Harga ikan, khususnya ikan bandeng kenaikannya sekitar Rp5.000. Tapi yang terpenting adalah barangnya tersedia. Begitu juga ayam. Jarak yang jauh, cuaca yang tidak bersahabat, menjadi pemicu kenaikan komoditi ini,” ungkapnya.

“Harga tomat naik sampai 200 persen. Harganya Rp30 ribu per kilogram, idealnya itu hanya Rp15 ribu, bahkan Rp10 ribu per kilogram,” sambungnya.

Salah satu yang juga menjadi perhatian Bahtiar adalah pasar tradisional di Malili yang masih terjadwal, atau bukan pasar harian. Adapun pasar tetap, jaraknya cukup jauh dari pemukiman penduduk di tiap kecamatan.

“Kita harap bisa berkoordinasi dengan Kementrian Perdagangan, bagaimana menghadirkan pasar representatif di daerah ini,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Luwu Timur, Budiman, mengatakan, kenaikan harga sejumlah komoditi di Luwu Timur disebabkan karena jarak yang cukup jauh dari daerah penyuplai. Kecuali buah-buahan dan jenis sayuran tertentu. Pihaknya akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk menstabilkan harga-harga di pasaran.

“Dalam waktu dekat ini kita akan koordinasi dan komunikasikan bagaimana mengatasi agar bisa harga normal kembali,” pungkasnya. (*Natsir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Wajo

Irup HKN dan HUT Satpol PP ke 73, Suardi Saleh: Jadikan Profesi Satpol PP, Damkar, Penyelamatan Sebagai Kebanggaan

Daerah

Tim Verifikasi KKS Nasional Verlap Kabupaten Wajo

Wajo

Peringati HUT ke-54 KORPRI, Disperkim Makassar Komitmen Berikan Layanan Terbaik

DPRD

Irup HSN 2019, Bupati Wajo: Pesantren Sebagai Laboratorium Perdamaian

Wajo

Launching Festival Rebus Makassar, Wali Kota Danny: Saatnya Hidup Sehat

Wajo

Survei Kepuasan Publik, Ungkap IKM di Pemkot Makassar 2025 Capai 81,761, Pelayanan Publik Masuk Kategori Baik

Wajo

Bupati Wajo Bareng Kapolres-Dandim Tinjau Lokasi Banjir Pesisir Sungai Walannae

Wajo

Pemkab Barru Kejasama PIP Makassar Gelar Diklat BST KLM