Home / Wajo

Kamis, 11 Maret 2021 - 11:26 WIB

Pemkab-IAI As’Adiyah Tandatangani SPK Program Unggulan Pengutusan Satu Desa Satu Mahasiswa

LINTASCELEBES.COM WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo melakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Program Unggulan dengan Institut Agama Islam As’adiyah, Kamis 11 Maret 2021 di Kampus IAI As’adiyah sengkang.

Kerjasama tersebut tentang pengutusan satu desa satu mahasiswa untuk Kuliah di IAI As’adiyah Sengkang dengan dibiayai oleh Dana Desa. Program ini sudah terlaksana sejak tahun 2020 lalu. Nantinya setelah lulus diharuskan mengabdi di masing-masing desa yang mengutusnya.

Penandatanganan tersebut dihadiri langsung Bupati Wajo H. Amran Mahmud dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Suyitno, M.Ag bersama Kasubdit Kasi Penjaminan Mutu Kelembagaan, Sekretaris Kopertiis Wilayah VIII

Disamping itu juga hadir Rektor IAIN Bone, Wakapolres Wajo, Kasdim 1406 Wajo, Kadis PMD, Civitas Akademika dan Mahasiswa IAI as’adiyah Sengkang serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Wajo H. Amran Mahmud menyampaikan bahwa di Wajo didirikan pondok pesantren tertua yaitu Pondok Pesantren As’adiyah sehingga Kabupaten Wajo ini dikenal sebagai kota santri yang telah mencetak banyak ulama.

Dikatakan, salah-satu yang menjadi perhatiannya adalah penyiapan sumber daya manusia generasi insani dalam menghadapi era globalisasi, era digital dan era industri 4.0.

“Kami perintahkan kepada Dinas PMD untuk mencari dan menyiapkan generasi insani di setiap desa yang mau menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi IAI As’adiyah. Tentu ini kami lakukakn untuk menjawab tantangan ke depan memasuki era globalisasi dan era industri 4.0. Tahun lalu ada Lima Puluh Delapan anak yang mengikuti program ini,” ungkap Amran Mahmud.

Pada kesempatan itu juga, orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah banyak pondok tahfidz Al-Qur’an sudah tercatat. Dan 1.500 anak yang sedang menghafal Al-Qur’an.

“Selama kurung waktu dua tahun kepemimpinan kami, sudah cukup banyak pondok Tahfidz yang kami resmikan. Berdasarkan Data yang tercatat di Bagian Kesra, sudah ada 1.500 anak yang sementara menghafal Al-Qur’an. Kami berharap di kepemimpinan kami bisa mencetak ribuan penghafal Al-Qur’an,” harapnya.

Sementara untuk program gerakan mesjid cantik (gemantik), Amtan mengatakan kalau sudah membuat Perbup menjelaskan standarisasi mesjid cantik.

“Kami juga sudah membuat Perbup yang mengatur standar kelayakan mesjid, karena mesjid cantik itu tidaklah harus mewah, tetapi lebih kepada memiliki memiliki standar kelayakan dari segala aspek. tentu juga mesjid tersebut diharapkan bisa dimakmurkan oleh jamaah,” tutupnya.(Adv)

Editor: Kurniawan

Share :

Baca Juga

Wajo

Buka Pembekalan PPKD Pilkades Serentak, Sekcam Tanasitolo: Netralitas PPKD Harga Mati

Wajo

Kunjungi Lokasi Pengungsian Banjir, Amran Mahmud Serahkan Bantuan dari Kemensos

Wajo

Salurkan Ratusan Al-Qur’an, Ketua HMI MPO Wajo: Wadah Pengabdian Membumikan Alqur’an Ditengah Masyarakat

Advertorial

Bupati Wajo Rampungkan Agenda Safari Ramadan, Kunjungi 80 Titik di 14 Kecamatan

Wajo

Wajo Zero Kasus Covid 19, Anggota DPRD Minta Masyarakat Tetap Waspada

Advertorial

Jadi Tuan Rumah Porprov Sulsel 2026, Bupati Wajo Perjuangkan GOR ke Kemenpora

Wajo

HKGN 2022 Tingkat Kabupaten Wajo, Amran Mahmud Gaungkan Cara Menyikat Gigi yang Benar

Advertorial

Kurangi Pencemaran Udara, Pemkab Wajo Kaji Program Langit Biru Pertamina