Home / Sulsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:53 WIB

Mewujudkan Sapi Sehat dan Produktif, Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Edukasi Peternak Desa Lagading

Mahasiswa KKN-PK 69 Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dari Program Studi Kedokteran Hewan, Veri Irawan, melaksanakan program kerja individu bertajuk

Mahasiswa KKN-PK 69 Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dari Program Studi Kedokteran Hewan, Veri Irawan, melaksanakan program kerja individu bertajuk "Rahasia Sapi Produktif: Pedoman Pemberian Vitamin B Complex dan Obat Cacing" di Desa Lagading

LINTASCELEBES.COM SIDRAP — Mahasiswa KKN-PK 69 Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dari Program Studi Kedokteran Hewan, Veri Irawan, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Rahasia Sapi Produktif: Pedoman Pemberian Vitamin B Complex dan Obat Cacing” di Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Bone, Kamis (23/07/2026)

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA dengan melibatkan 15 peternak dan memberikan pelayanan kesehatan kepada 45 ekor sapi.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan ternak melalui pemberian vitamin B Complex dan obat cacing secara tepat.

Selain penyuluhan singkat, kegiatan juga disertai praktik langsung pemberian vitamin B Complex dan obat cacing pada sapi sehingga peternak dapat memahami teknik serta waktu pemberian yang sesuai.

Pemberian vitamin B Complex berperan dalam membantu menjaga metabolisme tubuh, meningkatkan nafsu makan, mendukung pertumbuhan, serta membantu menjaga daya tahan tubuh ternak. Sementara itu, pemberian obat cacing dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap infeksi parasit yang dapat menghambat pertumbuhan, menurunkan produktivitas, dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak.

Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, para peternak memperoleh informasi mengenai manfaat pemberian vitamin dan obat cacing secara berkala, tanda-tanda ternak yang memerlukan penanganan, serta pentingnya penerapan manajemen kesehatan ternak sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas usaha peternakan.

Veri Irawan menyampaikan bahwa kesehatan ternak merupakan investasi penting bagi keberlangsungan usaha peternakan masyarakat.

“Sapi yang sehat merupakan aset utama bagi peternak. Melalui edukasi sederhana dan pendampingan langsung, kami berharap peternak semakin memahami pentingnya pemberian vitamin B Complex dan obat cacing secara rutin sehingga ternak tetap sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi keluarga,” ujar Veri Irawan.

Antusiasme peternak terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mengikuti proses pemberian vitamin dan obat cacing, tetapi juga berdiskusi mengenai berbagai permasalahan kesehatan ternak yang sering ditemui di lapangan serta cara pencegahannya.

Program kerja ini sejalan dengan komitmen Universitas Hasanuddin melalui KKN-PK dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat. Pendampingan kesehatan ternak diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peternak terhadap pentingnya tindakan preventif dibandingkan hanya melakukan pengobatan ketika ternak telah mengalami sakit.

Kegiatan “Rahasia Sapi Produktif: Pedoman Pemberian Vitamin B Complex dan Obat Cacing” turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas peternakan yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya menjaga kesehatan hewan sebagai bagian dari pendekatan One Health, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan peternak, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan praktik peternakan yang lebih baik, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesehatan ternak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peternak di Desa Lagading dapat menerapkan praktik kesehatan ternak secara rutin sehingga produktivitas sapi meningkat, risiko penyakit akibat infeksi parasit dapat ditekan, serta kesejahteraan peternak ikut meningkat seiring dengan berkembangnya sektor peternakan yang sehat dan berkelanjutan.(r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Puluhan Tahun Picu Kemacetan, Terminal Bayangan di Perintis Akhirnya Ditertibkan

Sulsel

Patroli Gabungan Koramil Takkalalla, Jaga Keamanan dan Kondusifitas Wilayah*

Advertorial

Untuk Kesepuluh Kalinya,Pemkab Wajo Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

Sulsel

Awal Tahun 2024, 209.462 Debitur di Sulsel Berhasil Akses Dana KUR

Sulsel

KILAS, Indira Yusuf Ismail Tekankan Pentingnya Kontrol Orang Tua

Sulsel

Hadiri Pemusnahan 940 Buah Sajam, Danny: Pembusuran di Makassar Berkurang

Advertorial

Pj. Bupati Wajo Hadiri Rakor Penguatan Peranan APIP dalam Pencegahan Korupsi

Sulsel

Suardi Saleh Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih