MEDIASINERGI.CO WAJO — Pandemi covid-19 menyebabkan tingkat pengangguran terbuka mengalami peningkatan di Kabupaten Wajo. Ditahun 2020 tingkat pengangguran terbuka bertambah sebesar 1,33% menjadi 4,33%.
Hal itu di sampaikan Bupati Wajo H. Amran Mahmud saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Jadi Wajo (HJW) ke 622 tahun 2021 yang digelar melalui rapat Paripurna DPRD Wajo Senin, 29 Maret 2021.
“Padahal di tahun 2019, kita mampu menekan tingkat pengangguran terbuka menjadi sebesar 3,30 persen dibanding pada tahun 2018 sebesar 3,79 persen,” tutur H. Amran Mahmud.
Sementara Indeks pembangunan manusia kata dia, setiap tahun mengalami peningkatan, di tahun 2018 sebesar
68,57. Meningkat menjadi 69,05 dan di tahun 2019 dan meningkat lagi menjadi 69,15 ditahun 2020.
Untuk pertumbuhan ekonomi lanjutnya, mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 yang tumbuh sebesar 1,08% meningkat menjadi 4,06% di tahun 2019, dan melambat menjadi -1,17% di tahun 2020.
“Pertumbuhan yang terkontraksi pada 3 lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sektor pertanian,
perdagangan dan konstruksi,” ungkapnya.
Fluktuasi pertumbuhan ekonomi, kata dia juga berpengaruh pada pendapatan perkapita Kabupaten Wajo, dimana pada tahun 2018 pendapatan perkapita sebesar 47,15 juta rupiah meningkat menjadi 49,87 juta rupiah dan akibat pandemi Covid-19, pendapatan perkapita di tahun 2020 menurun menjadi sebesar 49,58 juta rupiah.
Amran Mahmud menjelaskan, kondisi pelambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan pendapatan perkapita di tengah pandemi Covid-19 juga menambah tingkat sebesar 0,04% menjadi 6,95% di tahun 2020. Sedangkan di tahun 2018, tingkat kemiskinan Kabupaten Wajo sebesar 7,5% mengalami penurunan di tahun 2019 sebesar 0.59% menjadi 6,91%. Namun tingkat kemiskinan Kabupaten Wajo lebih baik dibandingkan capaian Nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Orang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng ini juga mengurai berbagai persoalan yang dihadapi. Ditahun 2019, Wajo mengalami defisit Rp67,6 milyar. Memasuki 2020, pandemi Covid-19 yang masih terasa dampaknya hingga kini.
“Kesemua tantangan dapat kita atasi bersama, dengan berbagai langkah antisipatif, strategis dan komprehensif.
Kinerja pembangunan daerah yang meningkat, dapat dilihat dari perkembangan kondisi ekonomi makro Kabupaten Wajo selama 2 tahun terakhir,” jelasnya.(Adv)
Editor: Kurniawan












