Home / Sulsel

Jumat, 30 Desember 2022 - 15:22 WIB

Panen Perdana Kokon, Pemkab Wajo Dorong Masyarakat Geluti Budi Daya Murbei dan Ulat Sutera

Bupati Wajo H. Amran Mahmud mengikuti panen perdana kokon atau kepompong ulat sutera di Desa Pasaka dan Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu, Kamis (29/12/2022).

Bupati Wajo H. Amran Mahmud mengikuti panen perdana kokon atau kepompong ulat sutera di Desa Pasaka dan Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu, Kamis (29/12/2022).

LINTASCELEBES.COM WAJO — Bupati Wajo, Amran Mahmud, ingin keterlibatan seluruh pihak dari hulu hingga hilir dalam pengembangan sutera. Tidak hanya pemerintah, masyarakat mesti ambil bagian. Ini demi mengembalikan kejayaan persuteraan Wajo.

Amran menyampaikan hal tersebut saat mengikuti panen perdana kokon atau kepompong ulat sutera di Desa Pasaka dan Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu, Kamis (29/12/2022).

Kokon tersebut berasal dari bantuan telur ulat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melalui bantuan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo.

Amran yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, Armayani, menyebut panen ini sudah lama dinantikan sehingga bisa menghasilkan kembali sutera asli seperti beberapa puluh tahun lalu.

“Kita sudah mulai dari hulu dengan penanaman bibit murbei. Kita juga sudah mendapatkan bibit meskipun masih impor dari Cina, tetapi saat ini diupayakan untuk mengembangkan indukan sendiri sehingga ada brand tersendiri yang bisa kita ciptakan,” kata Amran.

Amran juga menjelaskan bahwa untuk panen kokon ini nantinya segera dibeli dengan menggunakan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TSLP) atau corporate social responsibility (CSR) Bank Sulselbar dan selanjutnya dibawa ke mesin pemintal untuk dipintal.

Amran menyampaikan terima kasih ke Pemprov Sulsel, khususnya Gubernur Sulsel, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, dan Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, atas perhatiannya untuk pengembalian kejayaan sutera Wajo. Begitupun ke seluruh jajaran Pemkab Wajo, para camat, kepala desa, lurah, asosiasi sutera, masyarakat serta seluruh pihak yang turut ambil bagian.

Sementara, Sekretaris Dinas Perindagkop Wajo, Muh. Tahir, menjelaskan kokon tercipta dari telur ulat sutera yang ditetaskan menjadi ulat dan dipelihara sekitar 30 hari. Dari sana kemudian akan diproses untuk dipintal menjadi benang sutera, bahan baku kain sutera.

Tahir pun mengajak masyarakat penggiat budi daya murbei dan ulat sutera bisa kembali menggeluti usaha tersebut. Selain ada bantuan pemerintah juga ada jaminan pemasaran dan harga kokon yang sudah disiapkan.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, kita siapkan jaminan harga Rp60 ribu/kilogram kokon yang bisa ditimbang pada hari pertama panen. Target produksi kokon Wajo tahun 2023 sebanyak 33 ton sehingga kita harapkan masyarakat turut mengambil bagian dalam mewujudkan capaian target tersebut,” ungkapnya.

Dari 33 ton ini, kata dia, bisa menghasilkan benang sutera sekitar 4-5 ton benang dengan harga maksimal Rp1 juta/kilogram. “Jika ini bisa terwujud, maka industri pertenunan sutera Wajo bisa kembali berproduksi yang selama lebih 10 tahun vakum karena mahalnya harga benang sutera impor yang berada di kisaran Rp1,4 juta -Rp1,5 juta/kilogram,” bebernya.

Sementara, untuk produksi kokon sendiri, dalam 1 boks yang terdiri atas sekitar 3 ribu ulat sutera, ketika ditetaskan kemudian menjadi kokon akan menghasilkan sekitar 30 kilogram kokon.

“Jadi, 1 boks dalam 30 hari bisa menghasilkan Rp1,8 juta. Kalau kita kelola 5 boks, maka akan menghasilkan Rp9 juta. Semakin banyak boks, maka semakin banyak juga penghasilan yang berujung pada pengembangan perekonomian. Apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi Wajo sudah berada di angka 6,77 persen,” pungkasnya.(Far-Res)

Editor: Syafruddin Menroja 

Share :

Baca Juga

Sulsel

TNI Bersama Rakyat Jaga Stabilitas Wilayah, Koramil 1406-01/Tempe Gelar Patroli Cipta Kondisi

Sulsel

Pimpin Upacara, Fatmawati Rusdi Tegaskan Pentingnya Koordinasi Lingkup Pemkot Makassar

Sulsel

Kejari Soppeng Terapkan Plea Bargain Pertama di Indonesia Berdasarkan Pasal 78 KUHAP 2025

Sulsel

Jamin Keberadaan Barang Milik Daerah, Pemkab Wajo Lakukan Pengamanan Aset

Sulsel

Camat Bontoala Hadiri Program Satu Juta Polybag Gerakan Terus Menanam di Longwis Geneva

Sulsel

Wali Kota Danny Pomanto Serukan Ajakan Ke Makassar, Berita Level IV Hoax

Sulsel

HMI MPO Cabang Wajo Maju Sukses Gelar Intermediate Training & Senior Course Tingkat Nasional

Sulsel

Disdag Makassar Gelar Operasi Pasar Khusus Beras di 5 Pasar Tradisional