LINTASCELEBES.COM BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Angkatan 69 (KKN-PK 69 Unhas) menginisiasi program BUNDA SIAGA (Bunda Siap Cegah Stunting) di Desa Cilellang.
Program ini digelar sebagai upaya masif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) terkait intervensi stunting sejak masa pra-kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Rangkaian kegiatan intervensi kesehatan masyarakat ini dilaksanakan secara bertahap pada 3, 5, 6, dan 7 Agustus 2026. Edukasi diintegrasikan langsung dengan jadwal pelayanan Posyandu di empat lokasi strategis, yakni Posyandu Bandeng, Posyandu Tongkol Jaya, Posyandu Cepa Indah, dan Posyandu Karang Indah, dengan total partisipasi mencapai sekitar 50 peserta.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memberikan materi komprehensif mengenai kesiapan fisik dan mental sebelum hamil, pemenuhan gizi seimbang, pencegahan anemia pada wanita usia subur, serta langkah preventif pemburukan gizi selama periode kritis 1.000 HPK. Penyampaian edukasi mengusung metode interaktif Focus Group Discussion (FGD) yang didukung alat peraga visual berupa poster informatif.
Penanggung jawab program BUNDA SIAGA, Juwita, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai stunting perlu digeser agar intervensi tidak hanya difokuskan setelah anak lahir, melainkan dimulai sejak tahap perencanaan kehamilan.
“Melalui BUNDA SIAGA, kami ingin mengajak PUS untuk memahami bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari persiapan sebelum kehamilan. Harapannya, informasi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi yang sehat,” ungkap Juwita di sela kegiatan.
Melalui sinergi bersama posyandu setempat, mahasiswa KKN-PK 69 Unhas berharap edukasi BUNDA SIAGA dapat membangun pola pikir baru bagi para calon orang tua di Desa Cilellang dalam memprioritaskan pemenuhan gizi dan kesehatan ibu-anak secara berkelanjutan.(r)













