Home / Wajo

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:01 WIB

HIMAKAHA FK Unhas Hadirkan Inovasi Pencegahan Stunting di Desa Popo Melalui Konsep One Health

HIMAKAHA FK Unhas menggelar Seminar Program Kerja PPK Ormawa dan Tim Volunteer Himakaha 2026, Rabu (1/7), di Kantor BUMDes Kale Marewa, Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar

HIMAKAHA FK Unhas menggelar Seminar Program Kerja PPK Ormawa dan Tim Volunteer Himakaha 2026, Rabu (1/7), di Kantor BUMDes Kale Marewa, Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar

LINTASCELEBES.COM TAKALAR — Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) FK Unhas menggelar Seminar Program Kerja PPK Ormawa dan Tim Volunteer Himakaha 2026, Rabu (1/7), di Kantor BUMDes Kale Marewa, Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Seminar ini menjadi awal kolaborasi tim mahasiswa dengan masyarakat desa dalam program pengabdian tahun ini.

Tim HIMAKAHA memaparkan program OCEANS (One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability), strategi desa sehat untuk menekan risiko stunting di Desa Popo. Berdasarkan data posyandu setempat, desa ini mencatat 25 kasus stunting dari 228 balita, atau sekitar 10,96 persen.

Dosen Pendamping, drh. Muhammad Ardiansyah Nurdin, M.Si., menyebut desa ini dipilih karena keterbatasan air bersih, rendahnya penerapan PHBS, dan pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal.

Hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air di sejumlah dusun jauh di atas ambang batas layak konsumsi Dusun Kunjung Mange tercatat 656 ppm dan kawasan BUMDes 548 ppm, sementara hanya Dusun Terang-terang yang memenuhi standar dengan 129 ppm dari total 6 dusun.

“Seluruh program dirancang agar masyarakat menjadi pelaku utama, mulai dari pengelolaan air bersih hingga pembentukan kader yang melanjutkan program setelah kami selesai,” ujar drh Ardin.

Program OCEANS terbagi dalam tiga inisiatif utama: yakni ASRI (pembangunan dan pelatihan sistem filtrasi air berbasis komunal), SIPADIA  (edukasi PHBS dan gizi seimbang bagi ibu dan remaja putri)  dan SIPASTI ( pengoptimalan budidaya ikan nila bioflok serta pemanfaatan kelor dan tanaman obat keluarga

Tim menargetkan 40 rumah tangga sasaran mengalami peningkatan akses air bersih dari 45 menjadi 70 persen dan penerapan PHBS dari 55 menjadi 80 persen dalam empat bulan pelaksanaan.

Keberlanjutan program akan dipegang Kelompok MORINGAI, kader kesehatan desa yang dibentuk khusus melalui Surat Keputusan Kepala Desa untuk meneruskan program setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Seminar dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat dan agama, Babinsa, kader kesehatan, serta perwakilan Posyandu, PKK, Karang Taruna dan masyarakat. Mewakili Kepala Desa, Imam Desa menyatakan kesiapan penuh pemerintah desa mendukung program ini.

“Pemerintah desa siap bersinergi dan mendukung setiap program yang akan dilaksanakan demi kemajuan Desa Popo,” ujar Dg Tarra.

Selanjutnya, tim akan memulai implementasi lapangan, termasuk pembangunan sistem filtrasi air dan pembentukan Kelompok MORINGAI.(Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Komisi II DPRD Wajo Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Rest Area di Buriko

Wajo

Hanya 3 Bupati di Sulsel, Amran Mahmud Terima Penghargaan Baznas Award 2023

Wajo

Kadisperkim Makassar Resmikan Peletakan Batu Pertama Perumahan Golden Beach

Wajo

Terdampak Longsor Instalasi Air di Somba Opu Terganggu, Dirut PDAM: Minta Maaf ke Pelanggan

Wajo

Makassar Dapat Penghargaan Kota Sehat Asia Tenggara 2024

Wajo

Camat Ujung Tanah Hadiri Pembukaan Piala Wali Kota Makassar Cup VII

Wajo

Polsek Pitumpanua Tingkatkan Patroli Malam Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kriminalitas

Wajo

Peringati Harganas ke-33, Pemkab Wajo Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam Ketahanan Keluarga