Home / Sulsel

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:19 WIB

Maksimalkan Potensi Pertanian, Ketua Komisi II Herman Arif Dorong Wajo Punya Anggaran Alsintan Sendiri

​Ketua Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif

​Ketua Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif

LINTASCELEBES.COM WAJO – Sebagai daerah penyandang status penghasil padi terbesar kedelapan di Indonesia, Kabupaten Wajo menghadapi realitas pahit di sektor pertanian. Meski dikenal sebagai “Bumi Lammaddukelleng” yang subur, pemerintah daerah seolah “tangan terikat” dalam memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara langsung kepada petani.

​Ketergantungan sepenuhnya pada kucuran bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat menjadi persoalan pelik. Penyebab utamanya adalah belum tersedianya nomenklatur anggaran khusus alsintan di tingkat kabupaten dalam sistem penganggaran nasional (SIPD).

​Ketua Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dinilai kontradiktif dengan posisi Wajo sebagai pilar pangan nasional. Menurutnya, setiap kali menggelar reses, aspirasi masyarakat selalu didominasi oleh dua kebutuhan mendasar: perbaikan infrastruktur jalan dan bantuan alat pertanian.

​”Kita sudah saatnya tidak bergantung lagi dengan provinsi dan pusat. Kita harus mandiri. Kita mampu kok,” ujar Herman Arif dengan nada optimis saat ditemui usai rapat gabungan di DPRD Wajo, Senin (2/3/2026).

​Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa ketergantungan pada level atas menyebabkan jumlah unit alsintan yang diterima Wajo selalu terbatas, karena harus berbagi kuota dengan ratusan daerah lainnya di Indonesia.

​Untuk memutus rantai ketergantungan tersebut, Herman Arif mendesak Pemerintah Kabupaten Wajo untuk segera melakukan langkah konkret dengan melayangkan surat resmi kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

​Tujuannya jelas: mengusulkan adanya nomenklatur atau sub-kegiatan di SIPD yang memungkinkan APBD Kabupaten dialokasikan langsung untuk bantuan alsintan. Herman menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak.

​”Tugas dan tanggung jawab kita adalah memastikan petani kita berdaya. Dengan adanya nomenklatur di tingkat kabupaten, pemerintah daerah bisa lebih lincah merespons kebutuhan petani di lapangan secara real-time,” tambahnya.

​Kemandirian anggaran ini dianggap sebagai “harga mati” untuk menjaga martabat Wajo sebagai lumbung pangan sekaligus memastikan visi kesejahteraan petani dapat terwujud tanpa harus selalu menunggu antrean bantuan dari pusat.(r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Melinda Aksa: Keluarga sebagai Pilar Utama dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak

Sulsel

Disperkim Makassar Gelar Serah Terima PSU Perumahan Citraland City Tahap I ke Pemkot Makassar

Sulsel

Sinergi Pemkab Wajo dan Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Pasporia Bagi Masyarakat

Sulsel

Wakapolri Harap Program Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Pj Gubernur Sulsel Diikuti Provinsi Lain

Sulsel

Jaga Pesisir dan Lestarikan Lingkungan, Kodim 1406/Wajo Tanam Mangrove

Sulsel

Gubernur Andi Sudirman Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Dipimpin Mendagri

Sulsel

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Dampingi Menag Resmikan RS UIN Alauddin

Sulsel

Optimalisasi KIP, PPID Sulsel Tetapkan Daftar Informasi Publik dan Daftar Informasi yang Dikecualikan Lingkup Pemprov Sulsel