Home / Advertorial / Sulsel

Senin, 10 Februari 2025 - 13:21 WIB

DPRD Wajo Jadi Rujukan Pembelajaran Program Makan Gratis

DPRD Kabupaten Wajo menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Bantaeng yang dipimpin oleh Ketua Komisi B H Abdul Karim. Rombongan ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, bersama Anggota Komisi IV, Rahman Rahim

DPRD Kabupaten Wajo menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Bantaeng yang dipimpin oleh Ketua Komisi B H Abdul Karim. Rombongan ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, bersama Anggota Komisi IV, Rahman Rahim

LINTASCELEBES.COM WAJO – DPRD Kabupaten Wajo menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Bantaeng yang dipimpin oleh Ketua Komisi B H Abdul Karim. Rombongan ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, bersama Anggota Komisi IV, Rahman Rahim. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas implementasi program makan gratis yang merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Bantaeng menyampaikan berbagai pertanyaan terkait mekanisme penganggaran dan pelaksanaan program makan gratis. Mereka menyoroti alokasi anggaran yang semula dibebankan kepada APBD, namun belakangan mendapat dukungan dari APBN. Salah satu kekhawatiran utama adalah keterlambatan distribusi dana yang dapat menghambat kelangsungan program.

Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, menjelaskan bahwa program ini telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi pelajar dan kelompok rentan. Namun, ia juga mengakui adanya sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi makanan yang tepat waktu, serta penyesuaian menu agar sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak.

“Awalnya, masyarakat sangat mengapresiasi program ini karena dapat meringankan beban orang tua dalam menyediakan makanan bagi anak-anak mereka. Namun, ada beberapa kendala yang perlu diselesaikan, seperti kualitas makanan, keterlambatan distribusi, dan penyesuaian menu agar lebih beragam,” ujar Firmansyah.

DPRD Bantaeng juga menyoroti kebutuhan infrastruktur penunjang, seperti dapur umum yang ideal untuk melayani jumlah siswa yang besar. Selain itu, tantangan dalam investasi wadah makanan juga menjadi perhatian. Anggaran besar diperlukan untuk pengadaan wadah yang memadai agar makanan tetap higienis dan layak konsumsi. Ada kekhawatiran bahwa jika skema distribusi berubah dan orang tua dilibatkan lebih aktif, maka investasi yang telah dilakukan bisa menjadi sia-sia.

Dalam diskusi, DPRD Wajo dan DPRD Bantaeng juga membahas regulasi terkait program ini. Mereka menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan yang diterapkan di daerah tidak bertentangan dengan regulasi nasional.

“Kami sangat mengapresiasi DPRD Wajo atas keterbukaannya dalam berbagi pengalaman dan best practice terkait program makan gratis. Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi acuan dalam mengoptimalkan pelaksanaan program di Kabupaten Bantaeng,”ujar Abdul Karim.

Dalam pertemuan juga dihadiri Kabag Legislasi dan Persidangan DPRD Wajo, Bayu Otomo Putra dan Kasubag Humas Protokoler DPRD Wajo, Andi Enny Surahmat.(r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Dinas Sosial Makassar Kunjungi Lansia Miskin yang Butuh Perhatian di Tallo

Sulsel

Camat Kota Kisaran Timur Pimpin Coffe Morning

Sulsel

Dukung Program Lorong Wisata, Kelurahan Tabaringan Gelar Sosialisasi di Jalan Tinumbu

Sulsel

Gubernur Sulsel Terima Rekomendasi DPRD Sulsel Atas LKPJ Tahun Anggaran 2022

Advertorial

Cetak Ribuan Enterpreneur, Pemkab Wajo Bantu Pelaku Usaha Secara Bertahap

Advertorial

Kunjungi Korban Banjir di Wajo, Pj. Gubernur Sulsel: Pembangunan Jalan dan Jembatan Putus Program Prioritas Pemprov

Advertorial

Maju Pileg Dapil Tempe, Sri Sulmadani Tungke Ingin Menyuarakan Suara Perempuan di Parlemen

Sulsel

Festival F8 Makassar Jadi Trending Topic Nasional