Home / Sulsel

Rabu, 7 Agustus 2024 - 20:58 WIB

Lima Tahun Menahan Sakit, Anak Penderita Hidrosefalus di Bantaeng Butuh Perhatian Pemerintah

Anak penderita Hidrosefalus, Nurhikma bersama ibunya, Nurlina sedang berada di rumah kontrakan

Anak penderita Hidrosefalus, Nurhikma bersama ibunya, Nurlina sedang berada di rumah kontrakan

LINTASCELEBES.COM BANTAENG — Nurhikma merupakan anak ke empat dari pasangan Aswar Hidayat (37) dan Nurlina (40). Keluarga yang tinggal di Kelurahan Bonto Sungguh Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan sempat viral di Tahun 2020 di beberapa Media kala itu.

Nasib Nurhikma bocah yang dulunya masih berusia 11 bulan kini bertambah usianya. Di usia ke 5 Tahun menahan sakit luar biasa akibat menderita penyakit Hidrosefalus.

Menurut Nurlina, Ibu Nurhikma mengaku setiap hari anaknya yang beranjak gede bisa berbaring tanpa bisa bermain seperti layaknya anak-anak seusia dia, yang bisa dilakukan hanya bisa menangis dan terdengar suara batuk-batuknya disela-sela pangkuan ibunya.

Penumpukan cairan di rongga otak yang dialami anaknya itu sudah terlihat sejak Lahir, dimana penumpukan cairan tersebut mengakibatkan tekanan pada otak yang membuat ukuran kepala Hikmah tambah membesar,” kata Nurlina, Rabu (07/08/2024).

“Sejak dilahirkan, Nurhikma pengidap penyakit ini, sudah menjalani Operasi sebanyak 5 Kali di RS Wahidin sampai dia tinggal selama 6 bulan menjalani perawatan di RS terus menerus yang menyebabkan kondisi keuangan tidak mampu lagi,” jelasnya.

Meski sempat mendapat bantuan dari beberapa donatur dan Pemerintah setempat, Kini nasib Ibu dan anak ini masih merasakan pahit di tambah dengan biaya kontrakan di daerah Kecamatan Pajukukang, Desa Nipa-nipa Kabupaten Bantaeng untuk kebutuhan dapur sangat lah sulit,” sambung Nurlia sambil menggendong anaknya yang lagi merintih.

Disinggung soal bantuan beras, BLT dan sebagainya, Untuk saat ini ibu dari Nurhikma ini mengaku belum mendapatkan Jaminan Kesehatan ataupun bantuan berupa sembako

“Olehnya itu, Nurliah sebagai orangtua berharap ada pemerhati Sosial baik dari Pemerintah, Donatur Swasta, Kepolisian untuk bisa meringankan beban yang di rasakan anaknya untuk baik secara medis atapun modal usaha,” harap Nur kepada media.

Ditempat terpisah perihal yang di rasakan warga bantaeng ini, Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Abd. Malik Faisal, SH,.M.A melalui selulernya akan menfasilitasi dan koordinasikan pemerintah setempat,

“Ya, saya coba fasilitasi dulu dengan Pemerintah setempat,” singkat Kadis.(Sir)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Sajikan Program Unggulan yang Memukau, Booth Makassar Jadi Magnet di City Expo

Sulsel

Munafri-Aliyah Serahkan Langsung Bonus Kepada Kafilah STQH 2025

Sulsel

Dinas Kesehatan Kota Makassar Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Primer di Puskesmas

Sulsel

Wakili Wali Kota Danny, Kadisdag Makassar Hadiri Publik Display Arabian Souk Kalla Toyota

Sulsel

Tindaklanjut Nota Kesepahaman Penyelesaian Sengketa Lahan di Wajo, Amran Mahmud Minta Segera Dibentuk Tim Teknis

Sulsel

Pemkab Wajo Buka Pendaftaran PPPK Jabatan Fungsional Teknis, Ini Syaratnya

Sulsel

Andi Rosman Serahkan LKPJ Bupati Wajo 2024 kepada Dewan

Sulsel

Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Gelar Upacara Pengibaran Bendera Peringati HUT ke-78 RI