Home / Sulsel

Senin, 15 Juni 2026 - 13:32 WIB

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Bupati Wajo Lepas 414 Petugas BPS dan Instruksikan ASN Jadi Teladan

Bupati Wajo, Andi Rosman, secara resmi memimpin Apel Siaga sekaligus melepas 414 petugas sensus bentukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo di halaman kantor bupati, Senin (15/6/2026)

Bupati Wajo, Andi Rosman, secara resmi memimpin Apel Siaga sekaligus melepas 414 petugas sensus bentukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo di halaman kantor bupati, Senin (15/6/2026)

LINTASCELEBES.COM WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo menegaskan dukungan penuh terhadap kesuksesan agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026. Bupati Wajo, Andi Rosman, secara resmi memimpin Apel Siaga sekaligus melepas 414 petugas sensus bentukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo di halaman kantor bupati, Senin (15/6/2026).

Ratusan petugas lapangan beratribut resmi tersebut akan disebar secara proporsional ke 14 kecamatan di seluruh wilayah Bumi Lamaddukelleng. Langkah taktis ini diambil guna memastikan potret struktur ekonomi makro dan mikro daerah terdokumentasi secara presisi.

Dalam arahannya, Bupati Andi Rosman menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki nilai geopolitik dan strategis yang sangat tinggi. Data yang dikumpulkan bakal menjadi kompas utama bagi pemerintah dalam menggodok cetak biru kebijakan pembangunan nasional maupun regional.

“Data yang dihasilkan dari sensus ini nantinya akan menjadi fondasi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, akselerasi investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pemetaan stimulus untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Wajo,” ujar Andi Rosman secara lugas.

Di hadapan peserta apel, Andi Rosman menerbitkan instruksi khusus yang menganjurkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Wajo untuk pasang badan menyukseskan program ini. ASN dituntut bertindak sebagai motor penggerak sekaligus agen informasi di lingkungan kepatuhan masing-masing.

“Saya menginstruksikan seluruh ASN di Kabupaten Wajo untuk berdiri di garda depan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Jadilah contoh yang baik; apabila rumah tangga atau unit usaha Anda didatangi petugas, berikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap tanpa ada yang ditutupi,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala BPS Kabupaten Wajo, Andi Asia Hasan Basri, menggarisbawahi bahwa kesuksesan hajatan sepuluh tahunan ini mutlak membutuhkan keterbukaan dari dunia usaha dan masyarakat umum selaku responden.

Ia meminta para pelaku usaha—mulai dari skala pedagang kaki lima hingga korporasi besar—untuk menyambut hangat kedatangan para petugas yang dilengkapi dengan tanda pengenal resmi institusi.

“Kami mengetuk kesadaran seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Wajo untuk menerima petugas kami dengan baik. Berikan potret data yang sesuai dengan realitas kondisi usaha yang sebenarnya,” harap Andi Asia.

Guna mengikis keraguan publik, pihak BPS memberikan garansi penuh bahwa seluruh instrumen data yang disetorkan oleh responden dilindungi oleh undang-undang kepastian statistik.

“Kami jamin seratus persen kerahasiaannya. Data tersebut hanya dikelola untuk kepentingan tabulasi statistik murni, bukan untuk kepentingan komparasi pajak atau instrumen penegakan hukum lainnya,” pungkasnya. (r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Makassar Tembus 5 Besar Dunia, Program RISE Raih Penghargaan Internasional di New York

Sulsel

DPRD Wajo Tinjau Pengerjaan Islamic Centre, Soroti Drainase hingga Aksara Bugis

Sulsel

Panen Perdana Bawang Merah, Kadis TPHP Sinjai: Hasil Rata-rata 7 Ton Perhektar

Sulsel

Wali Kota Makassar Hadiri Pengajian dan Bukber Dinas Penanaman Modal dan PTSP

Sulsel

Presiden Jokowi Undang Khusus Danny Pomanto Jamu Makan Malam Peserta World Water Forum 2024 di Bali

Sulsel

Dishub Makassar Gelar Pemeriksaan Izin Trayek dan Kir

Sulsel

Kadispora Makassar Buka Secara Resmi Kejuaraan Bulutangkis Makassar Cup 2022

Sulsel

Wali Kota Danny Ajak Pelajar Sukseskan Festival Seni Memanah Tradisional KPBI