Home / Sulsel

Selasa, 28 Februari 2023 - 09:06 WIB

Sulsel Jadi Ikon Pameran Terbesar Asia Tenggara

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara bertajuk Inacraft kembali dilaksanakan di Jakarta Convention Center, mulai 1-5 Februari 2023. Masyarakat Sulawesi Selatan patut bangga, sebab di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, provinsi ini terpilih sebagai ikon pameran tersebut.

Berdasarkan hasil beauty contest yang dilakukan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), Sulawesi Selatan mengungguli Provinsi Lampung. Acara yang bakal diikuti lebih dari 1.200 tenant pengrajin dari seluruh penjuru Indonesia ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan dalam menunjukkan eksistensi seni, kebudayaan, kreativitas, kerajinan, lokalitas, hingga pariwisata.

Kepala Dinas Perindustrian Sulawesi Selatan Ahmadi Akil menjelaskan, terpilihnya Sulsel sebagai ikon pameran terbesar di Asean tersebut karena mengedepankan kolaborasi. Tidak hanya memunculkan instansi sebagai sebuah provinsi yang berdiri tunggal, keterlibatan 24 kabupaten/kota juga dibuka lebar.

“Di samping lima produk kerajinan unggulan, kita berharap dari segi seni budaya dan fashion show, pariwisata, kita harapkan kabupaten/kota berkontribusi,” ujarnya, Senin, 27 Februari.

Pelibatan setiap kabupaten/kota di Sulsel menandakan kepercayaan diri yang tinggi bagi tubuh pemerintahan di Provinsi Sulawesi Selatan, bahwa setiap daerah punya keunikan dan kreativitasnya masing-masing. Ini adalah pertama kalinya sebuah provinsi yang ditunjuk sebagai ikon pameran, melibatkan semua daerahnya.

Baco Becce, sepasang muda mudi lengkap dengan songkok recca dan pakaian khas Bugis-Makassar diangkat sebagai maskot pelaksanaan Inacraft tahun ini. Pertimbangannya adalah, dengan menonjolkan unsur lokalitas, semua pihak dapat terlibat.

“Ini memperlihatkan bagaimana baik laki-laki maupun wanita di Sulsel akan terlibat. Sejauh ini, kesiapan kita sudah di atas 90 persen,” terangnya.

Kapal kebanggaan masyarakat Sulsel, Phinisi akan menjadi ikon yang disodorkan Pemprov Sulsel di Inacraft. Dengan pertimbangan bahwa Kapal Phinisi sudah mendunia, dan mampu menambah daya promosi Inacraft tidak hanya di Indonesia, tetapi ke seluruh dunia.

Dalam pameran nantinya, Kapal Phinisi akan hadir dengan 24 jangkar sebagai penggerak dan pengendali. Bukti kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Kapal Phinisi yang berasal dari Sulawesi Selatan merupakan identitas dari bangsa Indonesia dan sejak 7 Desember 2017 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO kategori Warisan Budaya Tak Benda,” tutur Ahmadi Akil.

Dari segi konstruksi mulai dari pintu gerbang, panggung utama, dan pavilion dikonsep dengan bangunan khas Sulawesi Selatan. Mewakili ciri khas rumah adat dari empat etnis yang ada di Sulsel.

Usung Tembus Pasar Dunia

Dalam pameran Inacraft, masing-masing Kabupaten/Kota dipastikan masing-masing akan membawa lima produk kerajinan unggulannya. Dari total 24 kabupaten/kota, maka diasumsikan lebih dari 100 kerajinan Sulsel akan dipromosikan secara global.

Pemprov Sulsel mengusung tema besar yakni “From Smart Village to Global Market” dengan sub-temanya “The Authentic South Sulawesi”. Ini menandakan lokalitas seni, kerajinan dan budaya Sulsel yang akan didorong untuk menembus pasar internasional.

“Sebagai momen kebangkitan para pengrajin pasca pandemi menuju pasar Internasional. Makanya produk yang dipamerkan yang punya potensi ke pasar internasional,” kata Kepala Dinas Perindustrian Sulawesi Selatan Ahmadi Akil.

Beberapa contoh produk kerajinan yang bakal jadi daya tarik Sulsel di Inacraft antara lain kain tenun berbagai motif, anyaman (lontar, bambu, rotan, teduhu, eceng gondok, pakis), kerajinan gerabah, produk fashion, kerajinan bahan logam, kayu, hingga batu-batuan.

Bahkan seragam wajib yang akan dikenakan selama pelaksanaan Inacraft itu akan memakai kain motif khas Sulsel. Motif Tana Toraja “Paqkadang Pao” menandakan kerja sama dan kejujuran, dan motif Bugis-Makassar “Bombang” berarti makna jiwa pelaut yang pantang menyerah.

Dengan itu, peluang besar menunggu pelaku UMKM kerajinan dan kesenian Sulsel untuk merambah segmentasi pasar yang sangat luas. Dampak bagi Sulsel sebagai ikon, Nilai Produk Domestik Bruto diperkirakan di angka Rp19,5 triliun dengan sektor perindustrian menopang 18 persen.

Dari segi kebudayaan, tari-tarian seperti Tari Panggelu dari Toraja, Taro Mansado dari Luwu Timur, Tar Panggelai dari Selayar, dan masih banyak lagi. Musik Batti-batti dan Pakkacapi juga ikut memeriahkan selama lima hari pelaksanaan kegiatan. Juga ada fashion dan kuliner.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Sulsel, Fitriani Nas menambahkan, akan ada pertunjukan musik turiolo beserta tari-tarian seperti Akbulo Sibatang, Marendeng Marampa, dan Pangadakkang.

“Baik seniman, budayawan, pemusik dan penari, hingga sanggar seni dari Sulsel dilibatkan,” ungkapnya.

Dengan jalan itu, segmen leisure dari Pariwisata Sulsel akan ikut dilirik. Apalagi, Sulsel merupakan Center of Point di wilayah Indonesia Timur.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Makassar Danny Pomanto Pimpin Pelepasan dan Persemayaman Almarhum Rapsel Ali Secara Militer

Sulsel

Danny Pomanto Tutup Liga Anak Lorong Tingkat Kota Makassar

Sulsel

Munafri Resmikan SPPG, Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo

Sulsel

Kawal RKPD 2027, Asri Jaya Latif Tekankan Keselarasan Program dan Kemandirian Fiskal Wajo

Sulsel

Lurah Baraya Bakal Sulap Lorong Konflik Jadi Lorong Wisata DUDA

Sulsel

Melinda Aksa Hadiri Puncak HKG ke-53 dan Rakernas X PKK di Samarinda: Perkuat Peran PKK sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Sulsel

POSE Masuk Top 6 Inovasi Tingkat Provinsi, Danny Pomanto Terima Penghargaan di HUT ke- 353 Sulsel

Halo Polisi

Ciptakan Kamseltibcar Lantas, Sat Lantas Polres Wajo Turun Survei Jalan Rusak