Home / Advertorial / Wajo

Kamis, 12 Agustus 2021 - 17:12 WIB

Pemkab Wajo Komitmen Semua Tenaga Honorer Terkaver BPJS-TK

Bupati Wajo H. Amran Mahmud saat membuka Sinkronisasi Kepesertaan BPJS-TK Wajo dengan Pemkab Wajo di Ruang Pimpinan Kantor Bupati Wajo, Kamis (12/8/2021).

Bupati Wajo H. Amran Mahmud saat membuka Sinkronisasi Kepesertaan BPJS-TK Wajo dengan Pemkab Wajo di Ruang Pimpinan Kantor Bupati Wajo, Kamis (12/8/2021).

LINTASCELEBES.COM WAJO — Ribuan tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo belum terkaver Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK). Namun, pemerintah setempat sudah berkomitmen penuh untuk hal itu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat membuka Sinkronisasi Kepesertaan BPJS-TK Wajo dengan Pemkab Wajo di Ruang Pimpinan Kantor Bupati Wajo, Kamis (12/8/2021).

Menurut Amran Mahmud, perlindungan pegawai non aparatur sipil negara (ASN) tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Perlindungan ketenagakerjaan bagi pegawai non-ASN adalah bentuk perwujudan hadirnya pemerintah dalam menjamin masa depan yang sejahtera bagi pegawai non-ASN kita di lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo,” kata Amran Mahmud.

Harapannya, kata dia, dengan adanya perlindungan ketenagakerjaan, pegawai non-ASN dapat bekerja lebih baik lagi.

Sampai saat ini terdapat 6.335 tenaga honorer di lingkup Pemkab Wajo, yang 2.321 di antaranya adalah tenaga guru honorer. Dari jumlah itu, baru 438 orang terdaftar di BPJS-TK.

Data dihimpun dari BPJS-TK Wajo, saat ini di lingkup Pemkab Wajo terdapat tiga perangkat daerah telah menjadi peserta, yakni Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Penyelamatan, dengan jumlah 438 peserta.

Terkait sinkronisasi kepesertaan BPJS-TK dengan Pemkab Wajo, Amran Mahmud berharap agar forum ini bisa melahirkan rencana-rencana strategis terkait kemitraan.

Di tempat yang sama, Amran Mahmud menyerahkan santunan kematian dari BPJS-TK kepada para ahli waris peserta yang mengalami risiko meninggal dunia.

Turut hadir, Wakil Bupati Wajo, Amran, Kepala Kejaksaan Negeri Wajo, Ramdoni, Kepala BPJS-TK Makassar, Hendrayanto, Kepala BPJS-TK Wajo, Firdaus, serta para kepala perangkat daerah dan undangan lainnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 ketat. (wan)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Wajo

Kerja Nyata Duo Amran, Pemkab Wajo Telah Bangun Enam Sports Area Selama Pandemi COVID-19

Advertorial

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Iwan Darmawan Aras Tinjau Langsung Dampak Banjir di Wajo

Advertorial

Reses, Ketua Komisi II PSM: Saya Hadir Menjemput Aspirasi Masyarakat

Advertorial

DPRD Wajo-Pemkab Sepakati Ranperda Perubahan APBD TA 2022

Advertorial

Resmikan Pasar Kuliner Ramadhan, Bupati Wajo Harapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Kreatif Lokal

Advertorial

KKW Sultra Siap Berkontribusi dan Dukung Pembangunan di Wajo

Advertorial

Wajo Tuan Rumah Musda Forkom VII KSR PMI Unit Perguruan Tinggi Se-Sulsel, Amran Mahmud Harap Lahir Ide dan Inovasi

Advertorial

Komisi II DPRD Kolaka dan Wajo Berkolaborasi Hadapi Inflasi