LINTASCELEBES.COM WAJO — Meski pada masa non-tahapan semangat kerja pengawasan tak lantas mereda. Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Wajo terus melangkah proaktif, kali ini dengan melakukan koordinasi ke dua instansi strategis: Kejaksaan Negeri Wajo dan Dinas Pendidikan Wilayah IV Sulsel, pada Selasa (27/01).
Agenda pagi dimulai dengan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Negeri Wajo. Rombongan Bawaslu disambut langsung oleh Kepala Kejari Wajo, mencerminkan hubungan kelembagaan yang solid antara penegak hukum dan lembaga pengawas Pemilu. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, kedua pihak membahas evaluasi penanganan pelanggaran Pemilu yang telah berjalan, serta penguatan koordinasi di masa mendatang, khususnya dalam konteks Gakkumdu.
Ketua Bawaslu Wajo, Andi Hasnadi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kejaksaan merupakan elemen penting dalam menjaga marwah hukum dan keadilan selama proses Pemilu khususnya Pemilihan Tahun 2024 waktu lalu.

“Sinergi ini perlu terus dijaga, bahkan setelah Pemilu berakhir, karena dinamika pascapemilihan tetap perlu diawasi secara cermat,” tegasnya.
Tak berhenti di sana, siang harinya, Bawaslu Wajo melanjutkan koordinasi ke Dinas Pendidikan Wilayah IV Sulsel. Kunjungan ini juga disambut hangat oleh Kepala Disdik Wilayah IV.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kabupaten Wajo menginisiasi kerja sama strategis dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sulsel dalam rangka pelaksanaan pendidikan literasi demokrasi dan penguatan pengawasan partisipatif di lingkungan SMA dan SMK.
Ketua Bawaslu Kabupaten Wajo, Andi Hasnadi menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan memperluas jangkauan pendidikan demokrasi kepada peserta didik sejak dini.
“Kami berharap pendidikan literasi demokrasi bisa menyasar siswa kelas akhir agar pemahaman demokrasi dan kepemiluan dapat ditanamkan lebih awal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Hasnadi menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi ke depan, sehingga perlu dibekali pemahaman yang komprehensif terkait kepemiluan dan pengawasan.
Anggota Bawaslu Kabupaten Wajo, Faurizah, menjelaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah penguatan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari strategi pencegahan pelanggaran pemilu.
“Kegiatan ini diarahkan untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak apatis dan mau terlibat aktif dalam pengawasan setiap tahapan pemilu,” jelasnya.
Menurut Faurizah, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi karena siswa saat ini adalah pemilih dan pengawas partisipatif di masa mendatang.
Dari pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sulsel, menyambut baik inisiatif Bawaslu Kabupaten Wajo dan menegaskan pentingnya edukasi kepemiluan sebagai langkah preventif.
“Edukasi kepemiluan merupakan bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu melalui penguatan kesadaran demokrasi sejak dini, sehingga siswa tidak bersikap apatis terhadap isu-isu kepemiluan,” tuturnya.
Dengan koordinasi lintas sektor ini, Bawaslu Wajo menunjukkan komitmennya bahwa kerja pengawasan tak berhenti di kotak suara. Sinergi antarlembaga adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas demokrasi dan memastikan setiap proses berjalan transparan dan akuntabel.(S.Menroja)












