Home / Sulsel

Senin, 29 Juli 2024 - 19:43 WIB

Pemkot Makassar dan PBB Jajaki Kerja Sama Sampah Elektronik dan Pendidikan

Wali Kota Makassar Danny Pomanto menerima Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharval di Jalan Amirullah, Senin (29/07/2024)

Wali Kota Makassar Danny Pomanto menerima Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharval di Jalan Amirullah, Senin (29/07/2024)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjajaki kerja sama persampahan dan pendidikan di Kota Makassar.

Danny Pomanto sapaan akrabnya mengatakan suatu kehormatan bahwa United Nation Resident Coordinator untuk Indonesia atau Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharval mengunjunginya di Makassar.

Dalam pertemuan singkat itu, Danny menjelaskan bahwa PBB fokus pada tiga hal. Pertama soal Low Carbon, Smart City, dan soal Sosial Kemasyarakatan.

“Nah kebetulan tiga soal ini menjadi konsentrasi kita. Termasuk kita cerita tentang Homecare, Lorong Wisata, semuanya terkagum-kagum,” kata Danny usai menerima Gita di kediamannya, Jl Amirullah, Senin, 29 Juli 2024.

Ia bilang, Gita terkejut karena ternyata Low Carbon dibangun dengan melibatkan masyarakat. Artinya itu suatu hal yang luar biasa.  Juga cerita tentang Sombere dan Smart City.

Lebih lanjut, wali kota dua periode ini mengatakan, perwakilan PBB itu memiliki pendanaan untuk memperkuat banyak hal di Makassar. Dari situ, persoalan sampahlah yang dinilai cocok. Terutama sampah elektronik.

Pasalnya, sejauh ini, sampah makanan sudah dihandling baik, sampah dos, plastik juga berjalan baik melalui Bank Sampah.

Tetapi saat masuk ke sampah elektronik Pemkot Makassar belum tahu apa-apa. “Makanya kami minta bantuan bahwa semua bank sampah kami diberi capacity building agar mampu menghandle sampah elektronik,” saran Danny.

Soal lain ialah perihal pendidikan dan pengungsi asing.

Danny berpesan agar jumlah pengungsi luar negeri di Makassar tidak boleh lebih dari 2.000 orang.

Lalu memperhatikan betul sisi sensitif di tengah-tengah masyarakat dalam hal ini budaya, moral dan lainnya. “Jadi ada tawaran untuk membuat MoU baru, mereka (pengungsi) bisa dimaksimalkan untuk pekerjaan. Juga dalam pendidikan, anak-anak mereka memiliki prestasi di sekolah sehingga akan diatur dalam MoU,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, perwakilan PBB juga menghadirkan organisasi underboundnya seperti, Unicef, IOM, UNHCR dan lainnya.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Inspektur Upacara Persemayaman Jenazah Mayjen TNI (Purn) HM Amin Syam

Sulsel

Kunjungan ke Pucak Maros, Pj Gubernur Bahtiar Dorong Inseminasi Buatan Tingkatkan Populasi Ternak

Sulsel

Suardi Saleh Harap Mubes IKA Gappembar Melalui Musyawarah dan Mufakat

Advertorial

Komisi I DPRD Wajo Gelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Trisemester I APBD 2024

Sulsel

Danny Pomanto Bicara Kepemimpinan di Program Unhas Figure Unhas TV

Sulsel

Babinsa Koramil 1406-08/Sabbangparu Bantu Warga Pembuatan Pondasi Rumah

Sulsel

Danny Pomanto Paparkan Makassar Low Carbon City di Kuliah Perdana Mahasiswa Pasca Sarjana Arsitektur dan Rancang Kota SAPPK ITB

Sulsel

Kemendag Pastikan Minyakita HET Akan Naik, Disperin Makassar Bilang Begini