Home / Sulsel

Senin, 19 September 2022 - 07:41 WIB

Danny: Mitigasi Sosial, Permasalahan Sosial Tidak Boleh Dibiarkan

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto silaturahmi bersama Kadensus 88 AT Polri dan Keluarga Binaan Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Minggu (18/09/2022).

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto silaturahmi bersama Kadensus 88 AT Polri dan Keluarga Binaan Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Minggu (18/09/2022).

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, tekankan pentingnya mitigasi sosial. Hal ini diungkapkan saat silaturahmi bersama Kadensus 88 AT Polri dan Keluarga Binaan Kota Makassar, dalam kegaiatan Deradikalisasi dan Pembinaan terhadap Eks Napiter dan Keluarga Napiter, di Baruga Angging Mammiri, Minggu (18/09/2022) malam.

Menurutnya, Makassar dengan jumlah penduduk 1,5 juta jiwa, dengan tingkat heterogenitas sosial yang tinggi, dengan dinamika berbagai variabel, menimbulkan banyak aksi dan reaksi.

“Peran pemerintah sangat penting, seumpama tubuh, maka pemerintahan adalah otaknya. Dan komunitas masyarakat di lorong-lorong adalah selnya. Jika otak slow respon, tentunya akan menimbulkan aksi reaksi,” jelasnya.

Danny Pomanto, mengakui sebagai anak lorong, 40 tahun hidup dan besar di lorong, menjadikan kepekaan dan respon cepat menjadi keseharian dalam berbagai hal.

“Orang kenal saya sebagai anak lorong, jadi pada dasarnya saya paham betul persoalan di lorong, potensi di lorong, dan solidaritas di lorong,” ungkap Danny.

Salah satu hal yang dimiliki Makassar, adalah mitigasi sosial. Jika kota atau kabupaten lainnya memiliki RT/RW, maka di Makassar setelah RT/RW ada Bassi Barania dan Dewan Lorong. Dewan lorong ini dipilih 3 orang dari unsur orang tua, perempuan dan millenial, yang dilatih dengan sensor sosial.

“Permasalahan sosial tidak boleh dibiarkan, harus ada mitigasi sosial. Seperti yang kita lakukan pada malam ini, pembinaan bagi keluarga binaan, pendampingan UMKM hingga mampu memahami digitalisasi,” ungkap Danny.

Hal senada diungkapkan Kadensus 88 AT Polri, yang diwakili oleh Dir Idensos Densus 88 Mabes Polri, Brigjen Arif Mukhfudiarto.

“Sesuai dengan namanya, Densus 88, yang bekerja tanpa putus seperti angka 8. Menyelesaikan masalah bukan hanya pada penyelidikan, penyergapan, hingga penahanan, tetapi berlanjut hingga pembinaan,” ujarnya.

“Kita melakukan pembinaan dengan binaan dan keluarga binaan, menjalin silaturahmi, hingga menjadi teman dan saudara,” lanjutnya.

Saat ini keluarga binaan telah mengembangkan berbagai kegiatan UMKM, seperti usaha menjahit, usaha bakso dan sosis bakar, usaha roti, keripik, donat, dan berbagai usaha lainnya.

Melalui kerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar telah memberikan berbagai kemudahan, diantaranya pendampingan UMKM.

Di malam silaturahmi ini, keluarga binaan dibekali pula dengan pengenalan BliBli, dari Senior Merchandising Officer Blibli, Angger Alfi Zakki, yang mengajarkan tentang bagaimana memperkenalkan, dan memasarkan produk mereka secara digital di aplikasi Blibli.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Sinjai, Danny Harap HIMAS Jembatani Pembangunan Kota Makassar

Sulsel

Anggota DPRD Wajo Tinjau Kesiapan RSUD Lamaddukelleng dalam Melaksanakan KRIS JKN

Sulsel

Gowa Hadirkan Miniatur Patonro di Apkasi Otonomi Expo 2023, Wapres Sempatkan Berkunjung

Sulsel

Anggota DPRD Makassar Nurul Hidayat Respon Keluhan Warga Saat Reses

Sulsel

Koramil 1406-09/Sajoanging Gelar Karya Bhakti Bersama Masyarakat dan Pelajar di Kelurahan Akkajeng

Sulsel

Pemprov Sulsel Siapkan 10.414 Kuota PPPK 2022

Sulsel

Kendalikan Gratifikasi Dihari Raya, Begini Isi Surat Edaran Bupati Barru

Advertorial

Pemkab Wajo Kunjungi Jakarta Pusat, Bahas Kerja Sama Tingkatkan Kesejahteraan Warga dan Kualitas Aparatur