Home / Sulsel

Jumat, 11 Februari 2022 - 15:23 WIB

Naoemi Octarina Buka Webinar Sosialisasi PPK dan Aplikasi ELSIMIL

Naoemi Octarina saat buka Webinar Sosialisasi PPK dan Aplikasi ELSIMIL, Jum'at (11/02/2022)

Naoemi Octarina saat buka Webinar Sosialisasi PPK dan Aplikasi ELSIMIL, Jum'at (11/02/2022)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, membuka Webinar Sosialisasi Petugas Pendamping Keluarga (PPK) dan Aplikasi ELSIMIL, Jumat, (11/02/2022).

Hadir membawakan materi, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani.

Naoemi mengatakan, Tim Penggerak PKK adalah mitra kerja pemerintah yang sangat dibutuhkan sumbangsihnya dan keterlibatannya, dalam membantu menyukseskan program pemerintah. PKK memiliki struktur yang jelas, mulai dari provinsi, kabupaten kota, hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Iapun berharap, kader dasawisma bisa lebih aktif lagi dalam setiap program PKK. Khususnya dalam pencegahan stunting.

“Seperti yang pernah disampaikan Bapak Plt Gubernur, bahwa apabila ibu-ibu yang bergerak, Insyaallah programnya jalan. Karena memang ujung tombaknya ada di ibu-ibu. Khususnya kader dasawisma, harus lebih aktif lagi,” ujarnya.

Menurut Naoemi, peran PKK Provinsi dan Kabupaten Kota dalam percepatan penanganan stunting bisa dilihat dalam beberapa hal. Antara lain, ikut dalam proses percepatan penanganan stunting, penurunan angka stunting, serta melakukan pemantauan dan pengendalian serta penilaian hasil program PKK terhadap penurunan stunting.

“Program penurunan stunting tidak boleh berhenti dalam jangka waktu tertentu, tetapi terus berkelanjutan,” tegasnya.

PKK, kata Naoemi, wajib mengetahui apa saja yang menjadi program pemerintah. Sehingga, PKK bisa terlibat. Salah satunya dalam program BKKBN, sebagai tim penggerak pendamping keluarga.

“Semua fokus mengikuti materi, sehingga bisa paham bagaimana mengaplikasikannya di masyarakat. Semoga kita bisa menyehatkan anak-anak kita, mulai dari pencegahan untuk menyiapkan mereka jadi generasi unggul, cerdas dan beradab,” harap Naoemi.

Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani, menjelaskan, Petugas Pendamping Keluarga (PPK) terdiri atas Bidan, Kader KB, dan Kader PKK. Adapun tugas dari PPK ini adalah adalah melakukan serangkaian kegiatan terhadap keluarga yang memiliki ibu hamil, pasca salin, anak dibawah lima tahun, dan calon pengantin/calon PUS untuk deteksi dini faktor stunting dan melakukan upaya meminimalisir atau pencegahan pengaruh faktor risiko stunting.

“Aplikasi ELSIMIL akan memudahkan kerja-kerja para petugas pendamping keluarga ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapanan aplikasi ELSIMIL merupakan strategi pencegahan stunting dari hulu. Aplikasi itu berfungsi sebagai alat skrining guna mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin. Tujuannya, memastikan mereka berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

“ELSIMIL dapat menghubungkan pula calon pengantin dengan petugas pendamping serta media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil, terutama mengenai faktor risiko stunting. Juga berfungsi sebagai alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan perawatan peningkatan status gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat,” urainya.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pemkab Sinjai Targetkan 100 Aset Pemerintah Miliki Sertifikat Tahun Ini

Sulsel

HKB 2025, Wali Kota Munafri: Lebih Baik Mencegah, daripada Mengobati

Sulsel

Perkuat Kelurahan, Danny Pomanto Lantik 106 Sekretaris Lurah

Sulsel

ITB Nobel Alauddin Gagas Pengembangan Kerjasama ke Pemkot Makassar

Sulsel

Wali Kota Munafri Tampil Sejajar Pemimpin Dunia di Asia Smart City Conference 2025

Sulsel

Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Batangase Maros, Pj Gubernur: Perlu Lebih Agresif Atasi Inflasi

Sulsel

Bupati Wajo Harap Program Penanaman Sejuta Pohon Normalisasi Lahan Kritis

Sulsel

Budayakan Literasi dalam Aksi, Uniprima dan Kadin Wajo Gelar Festival Literasi 2022