Home / Sulsel

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:02 WIB

UKM KPI Unhas Manfaatkan Pupuk Bokashi Mannennungeng, Dinas TPHP dan Ketahanan Pangan Bone Bagikan 1.300 Bibit

Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui program kerja Desa Berkarya menggelar kegiatan penanaman cabai, tomat, dan terong di lahan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, pada Selasa (14/7/2026)

Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui program kerja Desa Berkarya menggelar kegiatan penanaman cabai, tomat, dan terong di lahan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, pada Selasa (14/7/2026)

LINTASCELEBES.COM BONE — Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui program kerja Desa Berkarya menggelar kegiatan penanaman cabai, tomat, dan terong di lahan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang sempat vakum, sekaligus menunjukkan sinergi antarprogram pemberdayaan mahasiswa.

Sebanyak 1.300 bibit disalurkan dalam kegiatan ini. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone menyerahkan 1.000 bibit, sementara Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone menyerahkan 300 bibit. Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Barebbo, Kepala Desa Kajaolaliddong, Ketua BPP Kecamatan Barebbo, Ketua BPD, serta perwakilan kelompok tani dan KWT. Dari unsur perguruan tinggi, hadir Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Unhas.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah penggunaan pupuk kompos hasil program Mannennungeng: Smart Hydro Loop yang dijalankan oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas. Pupuk organik tersebut dihasilkan dari pengolahan limbah pertanian dan peternakan melalui program Pabbura Mannennungeng. Dengan demikian, program Desa Berkarya dan program Mannennungeng saling terintegrasi dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Nurdin, S.P., M.Si. , menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena melibatkan berbagai pihak, dari pemerintah daerah, mahasiswa, hingga kelompok tani. Bibit yang kami berikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan mendukung ketahanan pangan keluarga. Kami juga senang melihat pupuk kompos dari program Mannennungeng dimanfaatkan secara langsung,” ujarnya.

Andi Yusuf, S.STP., M.Si. , selaku Camat Barebbo, menyatakan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan. “Kami sangat mendukung program ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di desa-desa lain di Kecamatan Barebbo,” ujarnya.

Muhammad Irdam Ferdiansah, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA. , selaku Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Unhas, menyampaikan kebanggaannya. “Kami melihat langsung bagaimana mahasiswa Unhas tidak hanya berteori, tetapi turun ke lapangan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Integrasi antara program Desa Berkarya dan Mannennungeng adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu menciptakan dampak yang terintegrasi. Di sisi lain, mahasiswa juga belajar langsung dari masyarakat—tentang kearifan lokal, ketahanan pangan, dan bagaimana membangun kemandirian dari tingkat paling bawah. Ini adalah pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas,” ujarnya.

Ketua Tim Desa Berkarya, Muhammad Akbar, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat terbantu oleh dukungan dari Dinas Tanaman Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Tim Mannennungeng yang telah menyediakan pupuk kompos berkualitas. Semoga bibit yang kami tanam hari ini dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi KWT Anggrek dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, turut hadir dan menegaskan komitmen organisasi. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kebangkitan program P2L di KWT dan memperkuat kolaborasi antarmahasiswa dalam satu desa binaan,” ujarnya.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S. , yang mewakili program Mannennungeng, menambahkan bahwa pupuk kompos yang digunakan merupakan hasil dari pelatihan yang telah diberikan kepada masyarakat. “Kami sangat bersyukur karena pupuk kompos dari program Mannennungeng dapat dimanfaatkan langsung oleh KWT Anggrek. Ini adalah wujud nyata keberlanjutan program pemberdayaan yang kami bangun,” ujarnya.

Kegiatan penanaman ini menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat di Desa Kajaolaliddong yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian petani dan ketahanan pangan keluarga melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara program Desa Berkarya dan Mannennungeng, diharapkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan potensi lahan pekarangan secara mandiri demi kesejahteraan jangka Panjang. (r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pemkot Makassar dan Kemenkeu RI MoU Pemanfaatan Aset Negara untuk MCH

Sulsel

Kadisperkim Makassar Hadiri Upacara Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa ke- 79

Sulsel

Tahap Kedua, Calon Komisioner KPID Sulsel Jalani Tes Psikologi

Sulsel

World Water Forum ke-10 di Bali, Danny Pomanto: Momentum Jalin Keakraban Antar Negara Sahabat

Sulsel

Mahasiswa KKN Uniprima Bicarakan Potensi Kebangkitan Desa di Wajo

Advertorial

Komisi IV DPRD Wajo Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan 3 OPD

Sulsel

Pemprov Sulsel Beri Subsidi Tiket Penerbangan, Susi Pudjiastuti: Pak Gubernur Luar Biasa

Advertorial

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pj.Bupati Wajo Minta Tingkatkan Koordinasi