Home / Advertorial / Wajo

Senin, 19 Oktober 2020 - 11:03 WIB

Pemkab Wajo Ajukan Dua Ranperda ke DPRD

LINTASCELEBES.COM WAJO — Pemerintah Kebupaten Wajo mengajukan 2 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD Wajo Senin 19 Oktober 2020. Kedua Ranperda tersebut yakni, Perlindungan Perempuan dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Wajo Tahun 2013-2025. Kedua Ranperda.

7 Fraksi yang ada di DPRD Wajo melalui juru bicaranya dalam pemandangan umumnya menerima dan menyetujui dua Ranperda tersebut untuk dibahas.

Sebelumya, Bupati Wajo H. Amran Mahmud dalam penjelasannya mengatakan,
kekerasan yang terjadi terhadap perempuan merupakan perbuatan yang merampas hak asasi manusia, sementara hak asasi manusia yang merupakan suatu nilai universal melalui Declaration of Human Right harusnya dilindungi karena merupakan perwujudan hak untuk hidup dan hak untuk bebas.

Hak tersebut kata dia, berlaku untuk setiap orang tanpa membeda-bedakan asal-usul, jenis kelamin, agama dan usia sehingga, negara berkewajiban untuk menegakkannya tanpa terkecuali.

“Negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada setiap warga negara sesuai dengan pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa perempuan dan anak termasuk kelompok rentan yang cenderung mengalami kekerasan sehingga perlu mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu dilakukan perlindungan terhadap perempuan korban kekerasan, membentuk Peraturan Daerah yang merupakan hasil penelitian atau pengkajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sebagai solusi terhadap permasalahan dan kebutuhan hukum masyarakat terutama dalam perlindungan perempuan.

Sementara Ranperda terkait kepariwisataan, orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini menjelaskan, dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menyatakan bahwa Kepariwisataan berfungsi memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan.

Selain itu juga meningkatkan pendapatan negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Potensi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan dan pengembangan kepariwsataan sehingga dapat berkontribusi bagi pengembangan wilayah dan perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Amran  Mahmud mengatakan, adapun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Wajo memuat arahan tentang rencana strategis dan program kepariwisataan yang menyesuaikan dengan kondisi terkini dan proyeksi perkembangan kepariwisataan.

“Melalui penetapan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Wajo diharapkan dapat memperkuat posisi rencana induk tersebut sebagai pedoman dan arahan bagi seluruh stakeholder kepariwisataan dalam melaksanakan kegiatan kepariwisataan,” pungkasnya.(Adv)

Editor: Kurniawan

Share :

Baca Juga

Wajo

Bupati Wajo Turun Langsung Serap Aspirasi Masyarakat Hingga Malam

Advertorial

Dampingi Dinkes, Komisi IV DPRD Wajo Lobi Rehab dan Pembangunan RS di Menkes RI

Advertorial

Pemkab Wajo Tetap Buka Rumah Ibadah Jika Tak Ada Kejadian Luar Biasa

Advertorial

Reses di Akkajeng, AJL Paparkan Program Pemerintah Yang Sudah Terealisasi

Wajo

90 Kampung KB di 14 Kecamatan di Wajo Jadi Percontohan

Advertorial

Kukuhkan Paskibraka, Pj. Bupati Wajo: Tanamkan Dalam Jiwa Sanubari Ideologi Bangsa dan Negara

Wajo

Muhammad Adam Surya Nakhkodai PP Hipermawa, Ini Apresiasi Camat Tempe

Advertorial

Terus Benahi Pelayanan Publik, Pemkab Wajo Gandeng Ombudsman Bekali ASN