LINTASCELEBES.COM WAJO — Bupati Wajo H. Andi Rosman bersama Dandim 1406/Wajo Letkol Inf. Harianto meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih pada Kamis (13/8/2026).
Jembatan yang membentang di atas Sungai Lamagara, Kelurahan Anabanua, Kecamatan Maniangpajo ini resmi beroperasi untuk memperkuat konektivitas serta memperlancar mobilitas warga di kawasan Jalan Poros Anabanua–Palopo.
Infrastruktur penyeberangan ini menjadi penghubung vital yang menyambungkan Kelurahan Anabanua di Kecamatan Maniangpajo dengan Kelurahan Macanang di Kecamatan Majauleng. Peresmian jembatan tersebut juga diwarnai dengan penyampaian sambutan secara daring dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dandim 1406/Wajo, Letkol Inf. Harianto, menggarisbawahi bahwa pembangunan fasilitas ini berfokus pada dampak sosial dan ekonomi masyarakat lokal. “Pembangunan dan keberadaan infrastruktur ini harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat hubungan antarkawasan,” tegasnya dalam acara peresmian.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat daerah Kabupaten Wajo. Di antaranya perwakilan Kapolres Wajo Kompol H. Syamsul Lipu, S.Sos., Kasdim 1406/Wajo Mayor Inf Askar, anggota DPRD Wajo H. Ibnu Hajar dan H. Ambo Dalle, Danramil 1406-03/Maniangpajo Kapten Inf Zabir, Pasiter Kodim 1406/Wajo Kapten Arm. Hasriadi, Danunit 1406/Wajo Letda Inf Irman Ahmad, Kapolsek Maniangpajo Iptu Hariadi, S.H., Camat Maniangpajo M. Kemal Pelita, S.P., M.Si., serta Lurah Anabanua Abdul Salam, S.Sos. Turut hadir pula personel dan Persit Ramil 03/Maniangpajo beserta tokoh masyarakat setempat.
Prosesi launching puncak ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan fisik Jembatan Garuda Merah Putih oleh Bupati Wajo dan Dandim 1406/Wajo yang disambut antusias oleh warga yang hadir.
Diselenggarakan dalam suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, hadirnya Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan tidak hanya mempermudah arus transportasi dan rantai pasok ekonomi warga, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong, persatuan, serta percepatan pembangunan di Kabupaten Wajo.(r)













