Kedua pemimpin Bumi Lamaddukelleng ini duduk di barisan depan tepat di belakang imam, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif. Kehadiran mereka di tengah-tengah jemaah menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan rakyat di hari yang fitri.

Turut hadir dalam saf terdepan sejumlah unsur Forkopimda Wajo, di antaranya Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, Anggota Komisi I DPRD Wajo Andi Alauddin Palaguna, Kapolsek Tempe AKP Candra Said Nur, serta jajaran Kepala OPD lingkup Pemkab Wajo.

Sebelum salat dimulai, Bupati Andi Rosman berkesempatan naik ke atas mimbar untuk memberikan sambutan hangat kepada seluruh jemaah. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa Idulfitri adalah momentum krusial untuk mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang.

“Alhamdulillah, kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk bersujud bersama di pagi yang suci ini. Mari kita jadikan momen ini untuk saling memaafkan dan kembali mensucikan diri guna meraih kemenangan yang hakiki,” ujar Andi Rosman dengan penuh haru.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo dan unsur Forkopimda, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap semangat Ramadan yang baru saja berlalu dapat menjadi energi positif dalam melanjutkan pembangunan di Kabupaten Wajo.

“Semoga usai Lebaran ini, kami terus diberi kekuatan untuk menjalankan program-program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Tetap utamakan silaturahmi dan jaga kerukunan di antara kita,” tegasnya.

Usai pelaksanaan salat, suasana haru semakin terasa saat jemaah silih berganti berjabat tangan. Bupati Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin pun tampak dengan ramah melayani warga yang ingin bersalaman dan bermaaf-maafan, menciptakan pemandangan harmonis di pelataran Masjid Agung Ummul Quraa.(r/Adv)