Home / Sulsel

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:42 WIB

Hoaks Bentrok Mahasiswa Palopo-Makassar Ketum Semut Hitam Indonesia Tegaskan Persatuan dalam Budaya Bugis Makassar!

Ketua Umum Semut Hitam Indonesia, Syarifuddin

Ketua Umum Semut Hitam Indonesia, Syarifuddin

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR —  Kabar burung mengenai bentrokan antara mahasiswa asal Palopo dan Makassar akibat isu suku yang beredar luas dipastikan tidak benar adanya alias hoaks.

Ketua umum Semut Hitam Indonesia, sebuah organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada pelestarian budaya, dengan tegas membantah isu tersebut dan menyerukan agar seluruh mahasiswa, khususnya di Makassar, mengedepankan nilai-nilai luhur budaya Bugis Makassar dalam setiap interaksi.

Isu bentrokan yang berpotensi memecah belah ini ditengarai muncul dari kesalah pahaman atau provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketua Umum Semut Hitam Indonesia, Syarifuddin yang akrab di panggil Bang Puput dalam keterangannya, menekankan pentingnya menjaga nama baik dan persatuan di kalangan mahasiswa yang merupakan agen perubahan.

“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan hanya bertujuan memecah belah kita,” ujarnya dengan nada tegas, Sabtu (26/7/2025).

Lebih lanjut, Ketua Semut Hitam menguraikan tiga prinsip utama dalam budaya Bugis Makassar yang wajib dipegang teguh sebagai pedoman interaksi sosial:

Siri’ Na Pacce: Konsep ini bukan hanya tentang harga diri, tetapi juga rasa malu dan belas kasihan. “Siri’ na pacce mengajarkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan orang lain, serta memiliki empati terhadap sesama. Ini adalah fondasi utama dalam membangun hubungan yang harmonis,” jelasnya.

Ade’: Menegaskan pentingnya hukum adat, etika, dan norma yang berlaku. “Ade’ adalah panduan kita dalam bertindak dan berperilaku. Dengan memegang teguh ade’, kita bisa menghindari konflik dan hidup berdampingan dengan damai, saling menghargai perbedaan,” tambahnya.

Reso: Prinsip ini mendorong semangat bekerja keras, ketekunan, dan pantang menyerah. “Reso bukan hanya tentang mencapai kesuksesan pribadi, tetapi juga tentang berkontribusi positif bagi komunitas.

Semangat reso akan membuat kita fokus pada prestasi dan pengembangan diri, bukan pada hal-hal yang memecah belah,” pungkasnya.

Dengan mengedepankan ketiga prinsip budaya Bugis Makassar ini, Ketua Semut Hitam berharap seluruh elemen mahasiswa dapat membangun iklim kampus yang kondusif, penuh toleransi, dan saling mendukung.

“Marilah kita fokus pada belajar, berprestasi, dan berkontribusi untuk kemajuan bersama, bukan terjerumus dalam isu-isu yang tidak berdasar,” tutupnya.

Pernyataan ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang salah dan menguatkan kembali semangat persatuan di kalangan mahasiswa, khususnya di tengah keberagaman suku dan daerah yang ada di Makassar.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tangis Ibunda Fahriansyah Petugas KPPS yang Meninggal Pecah Dipelukan Danny Pomanto

Sulsel

Pemkot Makassar-Save The Children Kolaborasi Atasi Sampah Elektronik

Advertorial

Polres Wajo Gelar Lomba Menembak, Amran Mahmud Harap Jadi Ajang Pencarian Bakat

Sulsel

Kasad Dudung Abdurachman Diberi Gelar Adat Daeng Malewa, Bupati Gowa: Sosok Penengah dan Penyeimbang

Sulsel

Pasukan Paskibraka Tim Cakra Berhasil Turunkan Sang Merah Putih dengan Khidmat

Sulsel

Danny Pomanto Gandeng Bank Indonesia Sulsel Kolaborasi Perkuat Pengendalian Inflasi

Sulsel

Wali Kota Makassar Lepas dan Bakar Semangat Ribuan Pelari SMAnSA RUN 2025

Advertorial

Meriahnya Permainan Rakyat di Wajo: Bupati Andi Rosman dan Forkopimda Ikut Lomba, Warga Tertawa Bahagia