Home / Sulsel

Jumat, 12 Januari 2024 - 18:39 WIB

Ditanam Tiga Bulan Lalu, Pohon Pisang Cavendish di Mare Kini Setinggi Pinggang Orang Dewasa

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengunjungi lokasi penanaman pisang Cavendish di Kabupaten Bone, Jumat (12/01/2024)

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengunjungi lokasi penanaman pisang Cavendish di Kabupaten Bone, Jumat (12/01/2024)

LINTASCELEBES.COM BONE — Bibit pisang cavendish yang ditanam oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, pada tiga bulan lalu di Kabupaten Bone sudah tumbuh dengan baik. Diantaranya di Sentra Pembibitan Cavendish di Dusun Waru, Desa Batugading, dan Dusun Cenrana, Desa Tellongeng, di Kecamatan Mare.

“Lahan di sini memang subur sekali, dengan kita tanami pisang cavendish nilai keekonomiannya jauh lebih tinggi. Selama ini di sini ditanami tebu. Jadi cavendish nilai keekonomiannya jauh lebih tinggi,” ujar Bahtiar, Jumat, 12 Januari 2024, usai mengunjungi dua lokasi tersebut bersama Pj Bupati Bone Andi Islamuddin.

Tinggi pohon pisang cavendish di dua lokasi ini sudah setinggi pinggang hingga bahu orang dewasa.

“Kita tanam pisang cavendish di sini sudah secara ilmiah dan diteliti dan disiapkan oleh tim yang berpengalaman menanam pisang cavendish, ini kawan-kawan dari Pulau Jawa Barat dan Lampung. Kami bawa ke sini yang memang sudah berkebun pisang cavendish yang melakukan asistensi langsung,” kata Bahtiar.

Satu hektar lahan yang ditanami pisang cavendish, ungkap Bahtiar, minimal Rp180 juta per hektar. Apalagi jika sudah ada jaminan pasarnya, karena contract farming, pembelinya sudah antri.

Ia membeberkan, telah ada pengusaha lokal eksportir ke China yang meminta 500 kontainer untuk dapat dipenuhi setiap minggu. Demikian juga, ada beberapa perusahaan yang mengajukan minat membeli hasil pisang cavendish.

Negara-negara yang mengonsumsi pisang, seperti Arab (Timur Tengah), China, Jepang dan Korea. Sedangkan di negara tersebut, pisang tidak tumbuh dengan baik. Total 65 negara dunia yang meminta pisang Indonesia dan baru bisa dipenuhi 1 persen.

“Jadi harus tanam lebih banyak lagi karena cavendish ini komoditi pisang yang diminati seluruh dunia dan kekuatannya Indonesia dan Sulsel itu, hampir seluruh Sulsel tanahnya cocok,” jelasnya.

Hasil pisang cavendish bisa mulai dari buahnya hingga batang pohon.

“Ini semua bagiannya bisa dimanfaatkan seperti pohon kelapa, cuma tujuh bulan sudah bisa menghasilkan dan dipanen. Insya Allah ini bisa menjadi komoditi andalan kita di Sulsel,” imbuhnya.

Sementara itu, Tenaga Expert Pisang dari PT Cipta Agri Pratama (PT CAP), Bambang Heru Suharsono, mengatakan, pohon pisang disini sudah berusia tiga bulan, ditanam di Bulan Oktober. Mulai panen itu tujuh bulan sampai sembilan bulan.

“Ini low land (dataran rendah) sinar mataharinya cukup, jadi lebih cepat panen,” tandasnya. (*Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Kepedulian Satgas TMMD Ke-113 Kodim 1406/Wajo, Bangun Kamar Mandi dan WC yang Sehat

Advertorial

TP PKK Wajo Hadiri Technical Meeting Pemilihan Ana’ Dara Kallolo

Sulsel

Stabilisasi Pasokan Harga, Pemkab Wajo Wajo Kerjasama Stakeholder Gelar Gerakan Pangan Murah

Sulsel

Hadiri HUT ke-160 Jeneponto, Wali Kota Danny Harap Kolaborasi-Sinergitas dalam Pembangunan

Sulsel

Bupati Barru: GOR Sport Centre Akan Direnovasi dan Dipercantik

Sulsel

Lukman T Desak Komisi di DPRD Barru Tindak Lanjuti Hasil Raker bersama OPD

Sulsel

Tiga Wartawan Asal Sulawesi Selatan Meraih Posisi Penting di PWI Pusat, Rukman Nawawi Jadi Wakil Ketua I Departemen Litbang

Sulsel

Revitalisasi Pasar Sawah Masuk Tahap Kedua, Target Rampung di Bulan Desember