Home / Sulsel

Sabtu, 11 Februari 2023 - 18:46 WIB

Kadis PPKB Dampingi Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi Gerebek Stunting di Dua Puskesmas

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi didampingi Kepala Dinas DPPKB, Muhammad Chaidir pantau langsung perkembangan Stunting di 2 Puskesmas, Sabtu (11/02/2023)

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi didampingi Kepala Dinas DPPKB, Muhammad Chaidir pantau langsung perkembangan Stunting di 2 Puskesmas, Sabtu (11/02/2023)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Strategi menuju zero stunting kian masif dilakukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Makassar yang diketuai Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi.

Sebagai langkah awal di 2023, Fatmawati Rusdi kembali turun ke lapangan memantau langsung perkembangan stunting di setiap Puskesmas.

Didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar Muhammad Chaidir, Fatmawati Rusdi melakukan gerebek stunting di dua Puskesmas, Sabtu (11/02/2023).

Diantaranya, Puskesmas Kaluku Bodoa di Jalan Butta-Butta Caddi dan Puskesmas Jumpangdang Baru, Jalan Ir Juanda, Kecamatan Tallo.

Tiba di Puskesmas Kaluku Bodoa, mantan anggota DPR-RI itu langsung menyapa warga yang tengah berobat.

Kepada para orang tua yang hadir dalam gerebek stunting, Fatmawati Rusdi juga mengingatkan untuk tidak lupa memerhatikan gizi seimbang.

“Penanganan stunting adalah tugas kita bersama, kasih gizi seimbang, karena ketika pemenuhan gizi memenuhi Insya Allah anak-anak kita tidak akan stunting,” kata Fatmawati Rusdi.

Gizi seimbang, lanjut Fatmawati Rusdi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. “Makanan seimbang itu karbohidratnya terpenuhi, proteinnya terpenuhi. Jadi ayam bisa diganti sama telur atau tahu. Nah ini yang harus kita perhatikan,” tuturnya.

Fatmawati Rusdi juga meminta kepada para orang tua membiasakan anaknya mengonsumsi sayur dan buah sebab di dalamnya banyak mengandung vitamin dan mineral. “Biasakan anak-anak kita mengonsumsi sayur dan buah. Kita harus kreatif, seperti wortel itu kita bisa olah dan campur dengan nasi goreng,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fatmawati Rusdi memberikan apresiasi kepada TPPS di setiap wilayah mengingat angka stunting mulai mengalami penurunan.

“Masih banyak kasus stunting karena kenyataannya masih banyak anak-anak kita yang tidak sesuai umur perkembangannya. Tapi alhamdulillah angkanya sudah turun dan ini menjadi pertanda baik,” ucap Fatmawati Rusdi.

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar Muhammad Chaidir mengatakan angka stunting mengalami penurunan.

Angka stunting di Puskesmas Kaluku Bodoa yang menaungi enam kelurahan mencapai 292 anak. Angka itu turun dibandingkan 2021 yang mencapai 436 anak.

Sedangkan di Puskesmas Jumpangdang Baru ada 39 anak yang menderita stunting. Angka itu juga turun dibandingkan 2021 yakni 49 anak. “Februari ini akan dilakukan lagi pengurukan angka stunting oleh Dinas Kesehatan Makassar. Tapi melihat angka stunting saya optimistis jumlahnya akan turun,” ucap Muhammad Chaidir.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

711 PTPS Dilantik, Andi Hasnadi Ingatkan Jaga Integritas dan Netralitas

Sulsel

Bertemu GWS, Danny Pomanto Beberkan Peran Perempuan di Pemkot Makassar

Sulsel

Disdukcapil Sinjai Jemput Bola Perekaman E-KTP

Sulsel

Pokja Sentra Gakkumdu Terbentuk, Bawaslu Wajo Langsung Tancap Gas

Sulsel

Munafri Segera Realisasi Program MULIA Lapangan Kerja Hingga Bantuan UMKM

Sulsel

Jadi Lokasi Khusus Visitasi PKN TK II LAN Makassar, Kadisdag Arlin Sampaikan Hal ini

Sulsel

Pemprov Sulsel Modifikasi Konsep Pengendali Inflasi Pemkot Makassar, Hadirkan Layanan MDC

Sulsel

Appi Tinjau Pembebasan Lahan Jembatan Kembar Barombong, Target Rampung Juni 2026