Home / Tak Berkategori

Kamis, 28 Maret 2019 - 21:52 WIB

OTT Anggota DPR, KPK Sita Uang di Dalam Puluhan Kardus

ilustrasi

ilustrasi

LINTASCELEBES.COM JAKARTA — KPK menyita uang di dalam puluhan kardus dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. KPK menduga uang itu terkait pokok perkara.

“KPK menemukan puluhan kardus berisi uang di salah satu lokasi di Jakarta,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada wartawan, Kamis 28/3/2019 seperti yang dilansir detiknews.

“Uang-uang tersebut kami amankan karena diduga terkait dengan pokok perkara,” imbuh Febri.

Namun Febri belum menyebutkan detail berapa jumlah uang itu. Dia mengatakan semua terkait OTT itu akan dijelaskan dalam konferensi pers hari ini.

Baca juga: Kena OTT KPK, Bowo Sidik Pangarso Dipecat Golkar dari Kepengurusan

“Hasil dari OTT kemarin akan disampaikan malam ini melalui konferensi pers di KPK,” kata Febri.

OTT itu digelar KPK sejak Rabu, 27 Maret 2019. Awalnya KPK menangkap 7 orang termasuk direksi pada PT Pupuk Indonesia dan swasta. Belakangan KPK menangkap Bowo yang merupakan anggota DPR.

KPK menduga ada transaksi haram yang dilakukan mereka yang ditangkap itu. Transaksi haram itu disebut KPK terkait distribusi pupuk melalui kapal laut.(sumber:detiknews)

Share :

Baca Juga

Sulsel

USAID-CCBO Paparkan Hasil Riset Soal Sampah di Hadapan Danny Pomanto

Sulsel

Tampilkan yang Terbaik, Pesan Suardi Saleh Bagi Kafilah Barru di Pembukaan MTQ

Gorontalo

Manfaatkan Limba Tongkol Jagung, PT. Syngenta Seed Indonesia Wilayah Gorontalo Gelar Entrepreneurship

Sulsel

Disperkim Makassar Gelar Sabtu Bersih di Rumah Susun Warga Panambungan

Advertorial

Komisi IV DPRD Wajo Fasilitasi Penyelesaian Polemik Rekrutmen Satpam PT PLN Nusantara Power

Sulsel

PKK dan Bhayangkari Gowa Kunjungi Warga Miskin Ekstrem di Pallangga

Advertorial

Hadir Lepas Sambut Kapolres, Ini Harapan Sekda Wajo Kepada Pejabat Baru

Sulsel

Konsistensi 16 Tahun Berbagi: Masjid At-Taubah Pasar Sentral Sengkang Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa di Awal 2026