LINTASCELEBES.COM — Sebagai upaya nyata meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan edukasi lingkungan berbasis audio-visual.
Inovasi ini menyasar siswa sekolah dasar melalui media tayangan video pembelajaran interaktif yang berfokus pada pengaruh sampah organik dan non-organik terhadap kelestarian ekosistem.
Melalui media visual yang dikemas menarik, para siswa diajak untuk memahami secara mendalam perbedaan dasar antarjenis sampah. Video tersebut memaparkan bahwa sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan ranting dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme serta berpotensi diolah kembali menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman.
Sebaliknya, sampah non-organik seperti plastik sekali pakai, botol kemasan, dan bahan sintetis lainnya membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai. Jenis limbah ini disimulasikan secara visual dapat mengendap dan memicu pencemaran tanah, merusak kualitas air, serta mengganggu keseimbangan rantai makanan di alam.
Selain klasifikasi limbah, tayangan edukasi tersebut menekankan dampak fatal dari kebiasaan membuang sampah sembarangan. Penumpukan limbah lingkungan yang dibiarkan dapat memicu timbulnya bau tidak sedap, menjadi sarang vektor penyakit, hingga berujung pada bencana lingkungan.
Sebagai langkah preventif, para siswa diajak mempraktikkan kebiasaan sederhana sehari-hari, mulai dari disiplin membuang sampah pada tempatnya, mengurai penggunaan wadah plastik sekali pakai, hingga aktif menjaga kebersihan di lingkungan sekolah dan rumah tangga.
Penggunaan metode audio-visual ini terbukti efektif menarik perhatian siswa serta memudahkan penyerapan materi yang terkesan rumit menjadi lebih mudah dipahami.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa KKN Unhas berharap dapat membangun pondasi karakter generasi muda yang peka, bertanggung jawab, dan aktif berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.













