LINTASCELEBES.COM WAJO — Kabupaten Wajo mencatatkan prestasi gemilang dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Hingga awal Maret 2026, Bumi Lamaddukelleng sukses menduduki peringkat pertama di Sulawesi Selatan dalam realisasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1406/Wajo, Letkol Inf Harianto, S.IP, mengungkapkan bahwa progres pembangunan KDKMP di wilayahnya berjalan sangat masif. Saat ini, lima unit koperasi telah rampung 100 persen dan mulai beroperasi.
”Alhamdulillah, berdasarkan hasil evaluasi hingga Maret 2026, Wajo dikategorikan sebagai yang terbaik di Sulsel dalam progres KDKMP,” ujar Letkol Inf Harianto saat memberikan keterangan pers di Makodim 1406/Wajo, Selasa (3/3/2026) malam.
Lima wilayah yang telah menyelesaikan pembangunan dan resmi diluncurkan meliputi Desa Cempalagi, Kampiri, Gilireng, Mattirowalie, dan Desa Temmabarang. Sementara itu, unit di Desa Wae Tuo dipastikan akan menyusul melalui proses launching pada pekan depan.
Harianto menegaskan bahwa kehadiran koperasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan instrumen strategis untuk kemandirian ekonomi desa. KDKMP diproyeksikan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, pengelolaan hasil tani, hingga wadah pengembangan UMKM lokal.
”Kami ingin koperasi ini dikelola secara profesional oleh masyarakat. Tujuannya jelas, agar manfaat ekonomi dari potensi lokal dirasakan langsung oleh warga desa,” tegasnya.
Terkait adanya sorotan mengenai administrasi perizinan, Dandim memberikan penjelasan lugas. Ia menyebutkan bahwa instruksi pusat menekankan pada percepatan pembangunan fisik agar manfaatnya segera menyentuh rakyat, sementara proses perizinan tetap berjalan secara paralel.
”Kami diminta melakukan percepatan pembangunan. Terkait perizinan, administrasi menyusul dan tetap diproses sesuai ketentuan,” imbuh Harianto.
Saat ini, Kodim 1406/Wajo tengah mengawal pembangunan di sekitar 52 titik KDKMP lainnya yang tersebar di berbagai pelosok kabupaten. Seluruh proyek ini ditargetkan rampung secara total sebelum momentum hari kemerdekaan, 17 Agustus 2026.
Menutup keterangannya, Letkol Inf Harianto mengapresiasi kolaborasi apik antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Ia juga mengajak insan pers untuk turut mengawal dan menyosialisasikan program ini agar menjadi model percontohan ketahanan ekonomi berkelanjutan di Sulawesi Selatan.(r)












