Home / Sulsel

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:41 WIB

Pengamat: Dana Cadangan PDAM Bukti Ketidakmampuan Direksi Kelola Dana Lebih Produktif

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Pengamat ekonomi Dr Darwis Lannai mengeluarkan analisanya terkait polemik dana cadangan PDAM Makassar.

Darwis mengatakan penyimpanan dana cadangan PDAM senilai Rp14 miliar di bank merupakan bukti Ketidakmampuan direksi mengelola dana lebih produktif.

“Sebenarnya dana penyimpanan dana besar sampai Rp 14 miliar bukan merupakan prestasi yang harus diapresiasi tetapi itu merupakan ketidakmampuan direksi mengelola dana untuk menjadi lebih produktif,” katanya di Makassar, Rabu (11/6/2025).

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menambahkan PDAM sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan, yang menjadi konsen adalah bagaimana pelayanan penyediaan air tersedia dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan.

“Maka perbaikan instalasi yang karatan dan bocor penambahan jaringan air yang cukup dan investasi pengembangan Perusda yang utama. Bukan menumpuk uang di bank,” katanya lagi.

Darwis juga menanggapi pernyataan mantan Dirut PDAM, Beni Iskandar yang cenderung mencari kesalahan direksi sebelumnya terkait dana cadangan.

Beni menegaskan di era kepemimpinan Hamzah Ahmad, tidak ada dana cadangan yang disimpan di bank karena perusahaan merugi.

Menurut Darwis, pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan kondisi keuangan yang ada pada PDAM di masa itu. Ia mengatakan sesuai data laporan keuangan sejak 2016 hingga 2000, PDAM Makassar membukukan laba yang cukup signifikan sesuai hasil audit Kantor Akuntan Publik.

Pernyataan Beni tentang tiga tahun cuci piring yang dimuat di sejumlah media juga disayangkan Darwis. Sebagai pemerhati laporan keuangan ia mengaku prihatin karena PDAM memiliki pimpinan yang tidak paham dengan laporan
keuangan.

“Cuci Piring? Piring yang mana mereka Cuci? Dan Siapa Piring yang mereka cuci. Silahkan nilai sendiri pernyataan Beni. PDAM setiap tahun membayar
Pajak Badan itu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut laba,” katanya lagi.

Terkait pernyataan Beni yang mengatakan bahwa pada bulan Maret-April menyetor Rp11 Miliar Deviden kepada pemerintah Kota Makassar, Darwis mengatakan jika beliau memiliki data historis maka pasti malu ,mengatakan itu .

Alasannya, PDAM Makassar pernah menyetor Deividen sebesar Rp 35 miliar dan Rp 76 miliar.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Ciptakan Pesta Demokrasi Yang Berkualitas, Amran Mahmud Harap Semua Tahapan Tersosialisasi Dengan Baik

Sulsel

Munafri Ingin Jadikan Rujab Wadah Serap Aspirasi Masyarakat

Advertorial

Terima Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Wajo Komitmen Benahi Kinerja Pemerintahan

Sulsel

Study Tiru, Disdukcapil Kota Parepare Kunjungi MPP Barru

Sulsel

Pj Sekda Sulsel Buka Mihrab Summit dan Expo ISMI 2023

Advertorial

Warga Adukan Koperasi Rentenir, Amran Ab Dai: Jangan Biarkan Lintah Darat Berkedok Koperasi

Sulsel

Pergantian Tahun 2022/2023, Gubernur Sulsel: Empati dan Doa Untuk Korban Belum Ditemukan, Jangan Euforia

Sulsel

Wakili Wali Kota Danny, Kadisdag Makassar Hadiri Publik Display Arabian Souk Kalla Toyota