Home / Wajo

Selasa, 19 November 2024 - 10:13 WIB

Penegakan Kawasan Tanpa Rokok Dibahas dalam FGD di Makassar

Focus Group Discussion (FGD) bertema

Focus Group Discussion (FGD) bertema "Best Practice Penegakan dan Peran Lintas Sektor dalam Implementasi Perda KTR" sukses digelar di Aerotel Smile Hotel, Jalan Muchtar Lutfhi No.38, Makassar, Senin (18/11/2024)

INTASCELEBES.COM MAKASSAR — Dalam rangka memperkuat implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Best Practice Penegakan dan Peran Lintas Sektor dalam Implementasi Perda KTR” sukses digelar di Aerotel Smile Hotel, Jalan Muchtar Lutfhi No.38, Makassar, Senin (18/11/2024).

Kegiatan ini dibuka dan diresmikan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, yang hadir mewakili Pj Wali Kota Makassar.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menegakkan Perda KTR demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari bahaya asap rokok.

“Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh implementasi Perda KTR. Kolaborasi di semua tingkatan sangat diperlukan untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes, yang membawakan materi mengenai Program Kawasan Tanpa Rokok di Kota Makassar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin memaparkan data capaian program Kawasan Tanpa Rokok di Kota Makassar, termasuk keberhasilan dalam menurunkan prevalensi perokok di kalangan remaja dan penguatan layanan berhenti merokok melalui Unit Berhenti Merokok (UBM) di Puskesmas.

“Penegakan Perda ini membutuhkan koordinasi yang solid, pengawasan yang konsisten, serta komitmen semua pihak, khususnya di tingkat kecamatan, puskesmas, dan kelurahan,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh lintas sektor dari pihak kecamatan dan puskesmas, yang berperan penting dalam implementasi Perda KTR di tingkat lokal. Para peserta berdiskusi mengenai tantangan di lapangan, seperti kurangnya tanda KTR di ruang publik, rendahnya kesadaran masyarakat, dan perlunya penegakan hukum yang lebih tegas.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan sebagai akan terbentuknya tim pengawas kawasan tanpa rokok di masing-masing kecamatan, puskesmas, dan kelurahan, peserta memahami teknis pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah kerja masing-masing, dan peserta mengetahui peran dan tanggung jawab dalam penegakan Perda KTR, termasuk mekanisme koordinasi lintas sektor.

Kegiatan ini juga memberikan panduan untuk memperbaiki strategi implementasi Perda KTR, termasuk integrasi dengan program kesehatan lainnya seperti Lorong Sehat dan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).

Para peserta mengapresiasi hasil diskusi ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk mendukung keberlanjutan kebijakan pro-kesehatan di Kota Makassar.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Wajo

Wabup Wajo Buka Grand Final Ajang Pemilihan Duta Genre

Advertorial

Bupati Wajo Amran Mahmud Hadiri Pengarahan Ketua KPK RI

Wajo

Sinergi TNI-Polri Semakin Kokoh, Dandim 1406/Wajo Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-80

Wajo

Pemkot Makassar Segera Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, PJ Sekda : Dimulai Dari Lingkup OPD

Wajo

Suardi Saleh: Ratusan Mesjid di Barru Terima Bantuan Operasional Ramadhan

Daerah

Pemdes, BPD dan Bumdes di Wajo Studi Komparatif di Desa Ponggok Klaten Jateng

Wajo

Upacara 17-an di Wajo, Kasdim Tekankan Soliditas dan Kesiapsiagaan Prajurit

Advertorial

Buka Muscab Pemuda Pancasila, Sekda Wajo: Buat Kegiatan yang Mencerminkan Nilai Pancasila