Home / Wajo

Kamis, 12 September 2024 - 19:54 WIB

Dinkes Makassar Kolaborasi Tim TPPS Kurangi Prevalensi Stunting

Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kota Makassar, Kamis 12 September 2024

Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kota Makassar, Kamis 12 September 2024

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Penurunan angka stunting menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Makassar. Penjabat Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar-sektor untuk mencapai target nol stunting di Kota Makassar.

“Program Percepatan Penurunan Stunting ini adalah program lintas sektor yang harus dikerjakan secara bersama-sama oleh berbagai dinas terkait melalui koordinasi yang terencana, terstruktur, dan logis,” ujar Firman dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kota Makassar, Kamis 12 September 2024.

Firman juga berharap agar semua tingkat pemerintahan, baik kecamatan maupun kelurahan, dapat bersinergi untuk mengurangi prevalensi stunting di Makassar.

Rakor ini digelar menjelang pelaksanaan SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) pada September 2024, di mana salah satu indikator utama survei adalah prevalensi stunting.

Aksi nyata yang lebih konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas diperlukan, khususnya pada level keluarga, dengan fokus pada Kelurahan prioritas dan keluarga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Makassar akan menjadi lokasi survei di 71 kelurahan di 15 kecamatan, wilayah dengan angka stunting tinggi yang akan menjadi representasi prevalensi stunting di kota tersebut.

Firman juga menyoroti pentingnya intervensi pada posyandu untuk memperbaiki pemantauan pertumbuhan balita, termasuk keakuratan pengukuran dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menambahkan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan Tim TPPS yang melibatkan beberapa dinas, seperti Bapeda, Dinas Sosial, DP3A, dan DP2.

Inovasi lain, seperti program “1 kepala SKPD memantau 2 anak stunting,” telah diterapkan untuk memastikan asupan gizi anak-anak terpenuhi.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah bekerja sama dengan Kementerian Agama agar calon pengantin yang datang ke KUA juga mendapat edukasi kesehatan dan imunisasi di puskesmas.

Di tingkat puskesmas, intervensi rutin dilakukan setiap bulan untuk memastikan penanganan stunting berjalan optimal di lapangan.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Keamanan

Wujudkan Kamseltibcar Lantas, Satlantas Polres Wajo Rangkul Polsek Jajaran

Wajo

Dua Bakal Paslon Memenuhi Syarat Administrasi, Faurizah: Pengawasan Melekat Dalam Proses Pencalonan Akan Terus Dilakukan

Advertorial

Penerapan Produksi Pupuk Hayati Dapat Dukungan DPRD Wajo

Wajo

Anak Yatim dan Dhuafa di Assorajang Dapat Santunan dan Bantuan dari At-taubah Channel Peduli

Wajo

Ranperda APBD Gowa 2023, Pendapatan Daerah Naik 3,82 Persen

Advertorial

Datangi DPRD Wajo, PMII Aspirasikan Keluhan Masyarakat Tentang Pelayanan Disdukcapil

Wajo

Hadiri HPS, Bupati Wajo Akan Berikan Perhatian Khusus Sektor Pangan Melalui Program Sistem Pertanian Terpadu

Bone

Satlantas Polres Wajo Beri pendidikan Lalulintas kepada Instruktur dan Peserta Pelatihan Mengemudi