Home / Sulsel

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:41 WIB

Turut Berbelasungkawa, Pj Gubernur Sulsel Silaturahmi ke Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dunia

Pj Gubernur Sulsel, Baharuddin Bahtiar berkunjung ke rumah duka Almarhum Muhammad Fahriansyah di Jalan Gunung Latimojong, Rabu (21/02/2024)

Pj Gubernur Sulsel, Baharuddin Bahtiar berkunjung ke rumah duka Almarhum Muhammad Fahriansyah di Jalan Gunung Latimojong, Rabu (21/02/2024)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 di Sulawesi Selatan (Sulsel) menyisakan duka. Pasalnya, sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia.

Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dan Wali Kota Makassar mendatangi kediaman almarhum serta menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban.

“Pemerintah bersilaturahmi ke rumah keluarga. Kita semua turut berduka, dan yakinlah beliau-beliau menjalankan tugas untuk kepentingan orang banyak. Dan Insya Allah surga tempatnya,” kata Bahtiar.

Pj Gubernur Sulsel berkunjung ke kediaman Muhammad Fachriansyah (26) di Jalan Gunung Latimojong Lorong 74. Bahtiar yang tiba disambut haru ayah dan ibu almarhum. Informasi dari keluarga, meninggal dunia pada Senin sore, 12 Februari 2024 sekitar pukul 17.10 Wita di Rumah Sakit Haji Jalan Dg. Tata. Almarhum masuk rumah sakit dengan kondisi demam dan kelelahan.

Kemudian, ke rumah petugas lainnya, di BTN Minasa Upa Blok L 18 Nomor 18, petugas Pemilu atas nama Daliyah Salsabila (24). Almarhumah, oleh tetangganya dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bersosialisasi.

Selanjutnya Bahtiar menuju ke Perumahan Taman Makassar Indah di Jalan Tamangapa Raya III, rumah almarhum Wiliam Tandi Paelongan (24).

“Kita mendoakan kepada beliau yang telah menjalankan tugas, kita memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ujarnya.

Bahtiar juga memastikan bantuan terhadap semua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia atau mengalami musibah. Hak anggota KPPS terpenuhi sesuai peraturan pada penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Saya minta bupati dan wali kota setempat dan kita juga Pemprov akan memberikan atensi khusus kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Sejauh ini, 84 orang petugas Pemilu 2024 meninggal dunia di seluruh Indonesia. Sedangkan pada Pemilu 2019 lalu sebanyak 894 petugas meninggal.

Belajar dari hal tersebut, Bahtiar menyampaikan upaya mitigasi yang dilakukan, dengan mempersiapkan Satgas Kesehatan Kesiapsiagaan Pemilu di Sulsel sejak tahun lalu dan ini kemudian menjadi contoh pemerintah pusat.

“Karena tim kesehatan itu menjadi kebijakan nasional, itu contoh dari kita, di daerah lain tadinya tidak ada. Kita dari bulan November tahun lalu sudah menyiapkan tim kesehatannya. Bahkan relawan juga ada dari masyarakat, dari kampus,” pungkasnya. (*Natsir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Bupati Suardi Saleh Hadiri Pisah Sambut Kajati Sulsel

Sulsel

Pemkot Makassar Keluarkan Surat Tanggapan Perihal W Super Club melalui DPMPTSP

Sulsel

Bupati Wajo Kukuhkan Pengurus Kampung Siaga Bencana Program Kemensos

Sulsel

Kemendag Pastikan Minyakita HET Akan Naik, Disperin Makassar Bilang Begini

Sulsel

Tepat Hari Lahir Pancasila, Ratusan Pegawai Honorer PDAM Makassar Diambil Sumpah

Advertorial

Danny Pomanto Lepas 99 Atlet Porseni PWNU Sulsel Menuju Seratus Tahun NU

Sulsel

Dishub Makassar Pastikan Kelancaran Transportasi di HUT ke 418 Kota Makassar

Sulsel

Danny Pomanto Bersama KKSS Shalat Ied di Sydney