Home / Sulsel

Selasa, 21 Juni 2022 - 15:14 WIB

Wawali Fatmawati Rusdi Optimis Capai Target Penanganan Stunting, Data dan Monitoring Jadi Kunci

Wawali Makassar Makassar, Fatmawati Rusdi hadir Rekonsiliasi Stunting Lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel di Hotel Swissbell Makassar, Jalan Ujung Pandang, Selasa (21/06/2022).

Wawali Makassar Makassar, Fatmawati Rusdi hadir Rekonsiliasi Stunting Lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel di Hotel Swissbell Makassar, Jalan Ujung Pandang, Selasa (21/06/2022).

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Persoalan stunting menjadi perhatian bersama. Olehnya itu berbagai upaya di lakukan pemerintah untuk mencegah juga menangani penderita stunting agar bisa sembuh dan hidup sehat layaknya manusia lainnya.

Stunting sendiri atau adanya perlambatan pertumbuhan yang tidak seimbang antara usia dan berat badan anak dapat di cegah secara dini sejak masa kehamilan ataupun pada saat menjelang pernikahan.

Hal tersebut terungkap dalam rekonsiliasi stunting lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang di hadiri oleh para wakil wali kota/bupati se-Sulsel di hotel Swissbell Makassar Jalan Ujungpandang, Selasa (21/06/2022).

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel yang juga sebagai ketua panitia kegiatan Dra Hj Andi Rita Mariani dalam sambutannya mengungkapkan jika angka stunting di Sulsel saat ini berada pada angka 27,4% yang sebelumnya di angka 30,59%.

“Berkat kerjasama dan usaha di masing-masing daerah,kini Sulawesi Selatan mengalami angka penurunan kasus stunting sebesar 3,19 % sehingga menunjukkan kasus saat ini berada di angka 27,4% yang sebelumnya 30,59%. Tahun 2024 nanti kita tetap berupaya dapat mengejar target di angka 14%”,jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani berharap adanya sinergitas yang baik antar petugas lapangan dan juga dinas terkait agar penanganan stunting bisa lebih di optimalkan lagi.

“Coba lebih di maksimalkan edukasi ke masyarakat. Pendataan itu perlu dan di lakukan secara berjenjang juga bertahap. Hal ini dapat menjadi acuan dinas bergerak dan segera mengambil langkah yang tepat. Jadi memang sinergitas antar semua bagian sangat di butuhkan”,tegas Sekprov.

Kota Makassar sendiri masuk dalam kota dengan kategori kasus stunting terendah di Sulsel. Ini di akui oleh Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi yang turut hadir bersama dengan wakil kepala daerah lainnya.

“Alhamdulillah tim lapangan kami bekerja maksimal dan senantiasa menggunakan data akurat di lapangan sehingga memudahkan dalam pendampingan penderita kasus stunting. Selain itu tiap pekan kami mengadakan coffee morning untuk melihat perkembangan kasus dan memberikan makanan pendamping tambahan untuk mereka yang dikategorikan stunting”, jelas Fatma.

Sebagai bentuk dan upaya penanganan bersama di lingkup Provinsi Sulawesi Selatan, maka di adakan penandatanganan bersama komitmen untuk percepatan penanganan stunting yang di ikuti oleh semua wakil kepala daerah di masing-masing kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Bupati Barru Buka Musrenbang Penyusunan RKPD Tahun 2023

Sulsel

Disperkim Makassar Lakukan Penjemputan Data Rumah di Kelurahan Mallimongan Baru

Sulsel

Bupati Barru Launching Sejahtera Mart  KPRI Mangkoso

Sulsel

Resmikan Jalan Ruas Callaccu-Tingaraposi, Amran Mahmud: Akses Utama Masyarakat Angkut Hasil Produksi

Sulsel

Sementara Proses Pencairan, Pemprov Sulsel Segera Bayarkan Gaji PPPK

Sulsel

Bupati Bone Beri Penghargaan atas Inovasi Smart Hydro Loop, Mahasiswa Unhas Wujudkan Pertanian Cerdas di Desa Kajaolaliddong

Sulsel

Makassar Berhasil Raih Penghargaan JDIH Tingkat Nasional 2024

Sulsel

Legislator Mario David Harap Camat Lurah Tidak ikut Dalam Konsolidasi Politik