Home / Sulsel

Sabtu, 7 Mei 2022 - 18:21 WIB

Bupati Gowa Dampingi Ganjar Pranowo Ziarah ke Makam Sultan Hasanuddin

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dampingi Ganjar Pranowo Ziarah ke Makam Sultan Hasanuddin, Sabtu (07/05/2022).

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dampingi Ganjar Pranowo Ziarah ke Makam Sultan Hasanuddin, Sabtu (07/05/2022).

LINTASCELEBES.COM GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) melakukan ziarah ke Makam Sultan Hasanuddin di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Sabtu (07/05/2022) pagi.

Pada kesempatan ini Bupati Adnan menjelaskan bahwa Sultan Hasanuddin ini menjadi Raja Gowa pada usia yang masih sangat muda dan memimpin Kerajaan Gowa selama 17 tahun. Selain itu Adnan juga menjelaskan bahwa di Kompleks Makam Sulatan Hasanuddin ini juga terdapat beberapa Raja yang pernah memimpin Kerajaan Gowa.

Salah satunya yang disebutkan Bupati Gowa yaitu Sultan Alauddin yang merupakan merupakan Raja Gowa keempat belas.

“Sultan Alauddin ini merupakan Raja Gowa yang pertama kali memeluk Agama Islam,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa kedatangannya di Makam Raja Gowa ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya bersama Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) di Sulawesi Selatan.

Menurut Ganjar Raja Gowa ke-16 ini sangat menarik karena menjadi pemimpin di usia yang masih sangat muda dan memiliki jiwa patriotisme yang sangat tinggi sehingga ditakuti oleh Belanda.

“Sultan Hasanuddin kemudian dijuluki Ayam Jantan dari Timur yang kemudian dipasang dimakamnya,” kata Ganjar.

Ia berharap jiwa kepahlawanan, patriotisme dan semangat yang ada pada diri Sultan Hasanuddin harus bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk tidak mudah menyerah.

Selain itu Ganjar juga mengaku tertarik dengan corak bangunan makam yang memiliki kemiripan dengan candi-candi yang ada di Jawa. Mulai dari cara membangun dan menyatukan bangunan ada kemiripan.

“Saya tertarik karena Sultan Hasanuddin menjadi raja di usia yang sangat muda dan punya jiwa patriotisme sangat tinggi sampai Belanda takut dan dijuluki sebagai Ayam Jantan dari Timur,” tambahnya.(JN-Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Hari Bumi Sulsel Tanam 2 Juta Pohon, Terbesar di Indonesia

Sulsel

Suardi Saleh Kunjungi Anjungan dan PPI Sumpang Binangae

Sulsel

Andi Arwin Azis Lepas dan Ikuti Road to Give 2024, Olahraga untuk Kesehatan dan Amal

Sulsel

Danny Pomanto akan Paparkan Program Inovasi Makassar di Monash University, Australia

Sulsel

Komisi III DPRD Wajo Bergerak Cepat Tangani Kerusakan Jembatan Gantung di Tempe

Sulsel

Kunjungi Longwis Haderslave Kelurahan Maloku, Danny Pomanto Panen Tomat dan Pakcoy

Sulsel

Ambo Nai Bersama Ribuan Masyarakat Wajo hadiri HUT ke-4 Jtos

Sulsel

Patroli Terpadu, Koramil 1406-02/Tanasitolo Aktif Jaga Stabilitas Wilayah