Home / Sulsel

Jumat, 25 Maret 2022 - 18:33 WIB

Ini Alasan Pemkab Wajo Kenapa Sempat Mengundang Ustadz Firanda untuk Isi Tabligh Akbar

LINTASCELEBES.COM WAJO — Sikap yang patut di jempol ditunjukkan Bupati Wajo, Amran Mahmud. Saat kantornya “digeruduk” ratusan peserta aksi dari berbagai organisasi dan santri As’adiyah yang menolak rencana kedatangan Ustadz Firanda Andirja, Amran memilih menemui langsung tanpa pengawalan ketat, Jumat (25/3/22).

Mengenakan masker dan baju batik, Amran nampak berbaur peserta aksi mendengarkan tuntutan atau pernyataan sikap alasan menolak kehadiran Ustadz Firanda mengisi Tabligh Akbar di rangkaian Hari Jadi Wajo ke-623.

Amran Mahmud yang memang dikenal dekat dengan para pemuka agama di Wajo, mengurai jika pihaknya akan duduk bersama dengan pimpinan MUI dan ormas Islam untuk membahas mengenai pro-kontra yang berkembang di masyarakat dua hari terakhir. Bahkan sudah diundang hadir di rapat koordinasi bersama, Jumat (25/3/22) malam.

“Insyaallah kami akan menggelar pertemuan dengan seluruh pimpinan ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia untuk bersama-sama menentukan siapa yang akan mengisi nanti Tabligh akbar menggantikan beliau,” kata Amran Mahmud yang langsung disambut aplaus dan teriakan “hidup Bupati” oleh peserta aksi di depan kantor bupati.

Amran juga mengurai, kenapa pemkab dan panitia sempat mengundang Firanda Andirja untuk mengisi tabligh akbar pada rangkaian peringatan Hari Jadi Wajo ke 623.

Pertama, sebut dia, Ustadz Firanda adalah keturunan Wajo dengan nama ayah Abidin. Selain itu, sejak tahun 2012, Firanda diberi amanah oleh Pemerintah Arab Saudi untuk menyampaikan ceramah berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi untuk para jamaah haji dan umroh dan para penduduk Indonesia yang bermukim di Arab Saudi.

“Namun karena melihat dinamika yang berkembang dan adanya penolakan, maka sama yang sampaikan saat salat Jumat di Masjid Raya tadi, kami akan terima dengan baik, serta Forkopimda beserta pimpinan MUI dan Ormas Islam akan rapat bersama,” terang Amran Mahmud.

Sekadar diketahui, sebelum berbaur dengan peserta aksi, Amran Mahmud terlebih dahulu sudah menyampaikan alasan di atas ke jamaah shalat Jumat di Masjid Agung Ummul Qura’ Sengkang.

Amran Mahmud melanjutkan, pihaknya sama sekali tidak punya pikiran untuk membuat suasana ketentraman dan kerukunan terusik.
Murni pertimbangan untuk menghadirkan di majelis ilmu,” pungkas Amran yang tak lain Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Wajo.

Berdasarkan pantauan, usai mendengar pernyataan menyejukkan Amran Mahmud, para peserta aksi dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, maupun dari santri As’adiyah, membubarkan diri secara tertib sembari menyampaikan apresiasi terhadap sikap Pemkab Wajo. (far)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pengerjaan Talut TMMD ke 113 Kodim 1406/Wajo0 Memasuki Tahap Akhir

Sulsel

Ini Penyebab Andi Sudirman Diganjar Penghargaan dari Presiden RI

Sulsel

Relokasi PKL di Tamalanrea, Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Trotoar dan Drainase

Sulsel

Danny Pomanto Akan Gelar Itikaf Ramadan RT/RW se-Makassar di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna

Sulsel

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Wajo Gelar Dialog Publik Thematik Bersama Wartawan dan LSM

Sulsel

Danny Pomanto Lepas Pendistribusian Bantuan Pangan Beras Pemerintah Tahap II di Makassar

Sulsel

Resmi Tutup Rakorsus Bapenda, Wali Kota Makassar Semangati OPD dan BUMD Menuju PAD 2 Triliun

Sulsel

Selain BPJS Gratis, Pemkab Wajo Juga Kucurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro