Home / Sulsel

Rabu, 2 Februari 2022 - 22:17 WIB

Hasnah Syam Hadiri Rakor Penanganan Stunting

Ketua TP PKK Kabupaten Barru, drg. Hj. Hasnah Syam MARS., saat menghadiri Rakor Penanganam Stunting di Aula Bappeda Barru.

Ketua TP PKK Kabupaten Barru, drg. Hj. Hasnah Syam MARS., saat menghadiri Rakor Penanganam Stunting di Aula Bappeda Barru.

LINTASCELEBES.COM BARRU — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru drg. Hj. Hasnah Syam, MARS menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Barru (Review EPPGBM) Rabu, (2/2/2022) di Aula Bappeda Barru.

Ketua Bappeda Barru Umar. SKM. memaparkan  kondisi ekonomi makro Kabupaten Barru dan fokus utama pembangunan 2023.

Sementara Ketua TP. PKK Kabupaten Barru drg. Hj. Hasnah Syam, MARS mengatakan. ​Persoalan stunting adalah persoalan krusial dan merupakan salah satu isu krusial nasional terutama ditengah Pandemi Covid 19.

Dikatakan, Tahun 2019 – 2021 terdapat penurunan sebesar 3,5 %. Dan kita optimis di 2024 memenuhi target yang telah ditentukan karena menurut data untuk Kab. Barru ada diatas 8,3% dan Provinsi Sulsel di atas 9,2 % serta  nasional 10%.

“Rapat kordinasi ini dilakukan untuk melakukan langkah-langkah yang konkret dan penyamaan persepsi. Selain itu bertujuan agar tercapainya integrasi program pelaksanaan intervensi stunting mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta pelaporan,” terangnya.

Hasnah Syam yang juga adalah Anggota DPR. RI Komisi IX Fraksi Nasdem itu menguraikan, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak cenderung lebih pendek atau kerdil dibanding anak seusianya.

Hal ini lanjut dia akibat kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal. Namun demikian Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 hari pertama kehidupan.

Lebih lanjut istri Bupati Barru dua periode itu menjelaskan, Stunting disebabkan oleh faktor Multidimensi seperti, Praktek pengasuhan yang kurang baik. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC,  Ante Natal Care, Post Natal dan pembelajaran diri yang berkwalitas. Kurangnya akses ke makanan bergizi. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. Oleh karenanya,  penanganannya pun perlu di lakukan oleh multi sektor.

Hadir dalam Rapat Kordinasi tersebut, Pimpinan OPD terkait. Para Camat, Para Kepala Puskesmas, Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Barru.(Mahmud)

Editor: M.Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Ketua TP PKK Makassar Apresiasi Makassar Ramadan Fest 2025 Dukung UMKM Lokal

Sulsel

Rakernis APEKSI dan MIF 2022, Danny Pomanto Fasilitasi Wali Kota se-Indonesia Temu Investor

Sulsel

Hadiri Peringatan Malam Nuzulul Qur’an, Wakapolres Wajo: Rawat Kerukunan Ummat dan Bangun  Cinta Damai Melalui Al- Qur’an

Advertorial

Sekwan DPRD Kota Makassar Melaksanakan GMSSB di Anjungan Pantai Losari

Sulsel

Bertambah 3 Orang Positif, Kini Kasus Covid 19 di Wajo Menjadi 195 Orang

Sulsel

Panen Perdana Kokon, Pemkab Wajo Dorong Masyarakat Geluti Budi Daya Murbei dan Ulat Sutera

Sulsel

Gelar Tax Award 2024, Bapenda Optimis Raih PAD 2 Triliun di Akhir Tahun 2025

Sulsel

Antisipasi Musim Hujan, Koramil Maniangpajo Bersihkan Endapan Lumpur di Desa Abbanuangnge