Home / Sulsel

Senin, 13 Desember 2021 - 13:32 WIB

Monev Pengendalian Penyakit Rabies, Kadinkes Sinjai: 2021 ada 96 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Dinas Kesehatan Kab. Sinjai menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) terkait program pengendalian penyakit rabies Senin (13/12/2021) di aula pertemuan Dinkes Sinjai.--Foto: humas--

Dinas Kesehatan Kab. Sinjai menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) terkait program pengendalian penyakit rabies Senin (13/12/2021) di aula pertemuan Dinkes Sinjai.--Foto: humas--

LINTASCELEBES.COM SINJAI — Penyakit rabies merupakan suatu penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini bersifat akut dan dapat menular dengan cepat melalui gigitan hewan.

Sekaitan dengan hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) terkait program pengendalian penyakit rabies.

Movev untuk triwulan ketiga ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Akhriani, Senin (13/12/2021) di aula pertemuan Dinkes Sinjai.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Emmy menyebut, sejauh ini pihaknya telah melakukan penanganan terkait rabies yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus.

Dimana dalam kasusnya pada manusia, virus rabies umumnya ditularkan oleh hewan, seperti anjing atau kucing, baik liar maupun peliharaan, melalui air liur dari gigitan maupun cakaran.

Sehingga, penyakit ini sering berakibat fatal, bahkan pada beberapa kasus dapat menyebabkan kematian, setelah timbul gejala klinis.

“Jadi dalam monev ini kita mau melihat sejauh mana teman-teman melakukan penanganan dilapangan dalam kasus-kasus rabies yang ada di Kabupaten Sinjai,” ungkapnya.

Terlebih kata dr. Emmy kasus rabies di Bumi Panrita Kitta selama tahun 2021 terbilang banyak. “Saya melihat selama tahun 2021 ada 96 kasus dan ada 1 orang meninggal di wilayah puskesmas Lappadata, Kecamatan Sinjai Tengah,” bebernya.

Olehnya itu, dr. Emmy berharap kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan medis saat gejala mulai muncul atau terasa.

“Saya kira kontak dengan hewan penyebab rabies harus kita hindari, kemudian ketika masyarakat mengalami gigitan agar segera ke tempat pelayanan sehingga tatalaksananya bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur yang ada,” imbuhnya.

Selain itu, dr. Emmy juga berharap kepada peserta khususnya pengelola program rabies di masing-masing puskesmas agar menyimak secara baik paparan materi, sehingga mereka mempunyai persiapan dilapangan bila menemukan kasus tersebut. (wan-tw)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Ikuti Rakor TPID, Bersama Mendagri dan Menko Pangan

Sulsel

Jalin Silaturahmi, Danny Main Futsal Bareng Anggota DPRD Makassar

Sulsel

Hadiri Maulid, Bupati Adnan Ajak NU Gowa Berkolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Sulsel

Pangkoopsud II TNI: Terima Kasih Wali Kota Makassar Sudah Hadir Menyapa Masyarakat Jeneponto

Sulsel

Pemkot Makassar-DPRD Sepakati KUA-PPAS APBD-P 2024, Komitmen Hibahkan Anggaran Dukung Pembangunan Stadion

Sulsel

Wali Kota Danny Wisuda Santri, Sekaligus Serahkan Beasiswa Anak Anak dan Remaja Masjid Nur Al-Aqsa

Sulsel

Pansus DPRD Sulsel Kunker di Sinjai, Ini Tujuannya

Advertorial

Dukung Gemapatas Kementerian ATR/BPN, Pemkab Wajo Bertekad Selesaikan Seluruh Persoalan Lahan