Home / Feature

Minggu, 27 September 2026 - 20:31 WIB

Merajut Ukhuwah di Bumi Lamaddukelleng: Menelusuri Semangat Kebersamaan Forum Nur Idaroyani Dawi

LINTASCELEBES.COM WAJO — Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang kian cepat, kebutuhan akan ruang silaturahmi yang menyejukkan batin kian mendesak. Dari sudut Jalan Pahlawan, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, sebuah oase kebersamaan perlahan tumbuh dan merangkul hati masyarakat. Namanya Forum Komunikasi Jamaah Nur Idaroyani Dawi.

Bukan sekadar perkumpulan biasa, forum ini hadir membawa angin segar bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Bumi Lamaddukelleng. Ia menjelma menjadi wadah pemersatu yang menepis sekat-sekat perbedaan, merajut benang-benang persaudaraan yang barangkali sempat renggang oleh kesibukan duniawi.

Gagasan mendirikan forum ini lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya merawat harmoni. Diinisiasi dengan semangat kekeluargaan, Forum Komunikasi Jamaah Nur Idaroyani Dawi mengusung visi yang sarat makna: mewujudkan wadah silaturahmi yang mampu memperkuat ukhuwah Islamiah, membangun komunikasi yang harmonis, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Prinsip keterbukaan menjadi fondasi utama rumah besar ini. Pintu gerbangnya terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial, profesi, maupun status ekonomi. Selama dilandasi niat baik untuk bersilaturahmi, setiap umat Islam dipersilakan melangkah masuk dan mengambil bagian.

“Bersilaturahmi untuk memperkuat persaudaraan, berkomunikasi untuk membangun kebersamaan, dan bersama-sama menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” tutur Abdul Hakim, menggambarkan esensi luhur dari perjuangan moral forum ini.

Di tahun-tahun politik yang kerap menguji kebersamaan masyarakat, Forum Komunikasi Jamaah Nur Idaroyani Dawi mengambil sikap yang sangat tegas: menjaga independensi murni.

Dalam poin misinya, forum ini secara eksplisit menyatakan tidak dibentuk untuk menjadi kendaraan politik atau mendukung kepentingan praktis golongan tertentu. Kehadirannya murni berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Sikap ini justru menjadi daya tarik tersendiri, membuat para anggotanya merasa aman dan nyaman untuk berhimpun tanpa ada tendensi atau beban kepentingan di luar koridor silaturahmi.

Langkah nyata forum ini tidak berhenti di atas meja rapat atau deretan teks visi-misi. Melalui pendekatan komunikasi yang intensif, terbuka, dan berkesinambungan, forum berupaya merespons berbagai persoalan kemasyarakatan dengan semangat musyawarah dan kerja sama yang konstruktif.

Ukhuwah Islamiah tidak diletakkan sebagai slogan hampa, melainkan dihidupkan melalui kegiatan-kegiatan nyata yang menumbuhkan kepekaan sosial terhadap sesama. Forum ini ingin memastikan bahwa kehadiran mereka di Sengkang benar-benar dirasakan manfaatnya menjadi tempat berlabuh bagi mereka yang mencari kehangatan persaudaraan dan keteduhan spiritual.

Di Kabupaten Wajo yang kaya akan tradisi budaya sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge (saling menghargai, saling memuliakan, dan saling mengingatkan), kehadiran Forum Komunikasi Jamaah Nur Idaroyani Dawi seakan menyempurnakan nilai-nilai kearifan lokal tersebut dalam bingkai keislaman yang moderat dan inklusif.

Dari Jalan Pahlawan Sengkang, gerakan kecil ini mengirimkan pesan kuat kepada dunia luar: bahwa kedamaian dan kerukunan sejati selalu bermula dari niat tulus untuk duduk bersama, saling mendengar, dan melangkah seirama demi kemaslahatan umat.(RED)

Share :

Baca Juga

Feature

Proses Pemakaman dan Ziarah di Baqi Madinah, Berebut Ingin Bawa Jenazah

Feature

Budayakan Memakai Masker Sebagai Kebutuhan Hidup

Feature

Jejak Surga Tersembunyi di Kabupaten Bone Bolango

Feature

In Memorial Gurunda H.Muhammad Arif

Feature

Demi Keselamatan, Tahun Baru Dirumah Aja

Feature

Belanja Boleh, Penularan Covid 19 Jangan

Feature

Tim Atlet Porwanas Sulsel Optimis di Hari Kedua