LINTASCELEBES.COM BANTAENG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin menginisiasi program kerja “Implementasi QRIS sebagai Sistem Pembayaran Digital untuk Mendukung Transaksi UMKM” di Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret mempercepat digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Program pemberdayaan masyarakat ini digagas oleh Muhammad Yusuf Nur Choliq, mahasiswa KKN-T Unhas, yang berfokus pada peningkatan pemanfaatan teknologi finansial digital guna mempermudah aktivitas ekonomi para pelaku usaha daerah.
Melalui program tersebut, para pelaku usaha mikro dikenalkan pada sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif pembayaran non-tunai yang praktis, cepat, dan aman. Tidak hanya membantu proses registrasi dan pembuatan kode QRIS, pendampingan juga mencakup edukasi teknis cara penggunaan hingga verifikasi keberhasilan transaksi secara mandiri.
Sejumlah unit usaha lokal di Kelurahan Lembang Gantarangkeke telah resmi menerapkan sistem pembayaran digital ini, di antaranya Kedai Abdan dan Zahra serta Martabak Muh. Nizar. Pendampingan dilakukan secara tatap muka langsung guna memastikan para pemilik usaha memahami alur pencatatan dan penerimaan dana non-tunai.
Penerapan QRIS ini diharapkan mampu menjawab perubahan perilaku konsumen yang kian menggemari transaksi digital, sekaligus membantu UMKM meningkatkan efisiensi dan transparansi pencatatan keuangan usaha.
“Melalui program Implementasi QRIS ini, kami berharap pelaku UMKM di Lembang Gantarangkeke dapat terus memanfaatkannya secara berkelanjutan sebagai langkah adaptasi teknologi dan pengembangan efisiensi transaksi usaha,” ujar Muhammad Yusuf Nur Choliq.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata kontribusi civitas akademika muda Universitas Hasanuddin dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis digital serta memperkuat kemandirian UMKM di tingkat kelurahan.(r)
Editor: Syafruddin Menroja













