Home / Sulsel

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Antisipasi Dampak Gempa NTT, Polsek Sajoanging Lakukan Pemantauan Air Laut di Pesisir Wajo

Personel Polsek Sajoanging melakukan pemantauan kondisi air laut di wilayah pesisir Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sebagai langkah antisipasi dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, (15/08/2026)

Personel Polsek Sajoanging melakukan pemantauan kondisi air laut di wilayah pesisir Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sebagai langkah antisipasi dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, (15/08/2026)

LINTASCELEBES.COM WAJO — Personel Polsek Sajoanging melakukan pemantauan kondisi air laut di wilayah pesisir Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sebagai langkah antisipasi dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemantauan dilakukan pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, menyasar kawasan pesisir di Lingkungan Cendrana, Kelurahan Akkajeng, serta Dusun Lapalare, Desa Akkotengeng, Kecamatan Sajoanging.

Kapolsek Sajoanging melalui Iptu Fadli, SH, MH, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi air laut sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir.

“Kami melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi dan memastikan kondisi air laut di wilayah pesisir tetap aman. Sampai saat ini kondisi air laut masih normal,” kata Iptu Fadli.

Berdasarkan hasil pemantauan personel di lapangan, air laut mulai mengalami pasang. Namun, kondisi tersebut masih dalam keadaan normal dan relatif sama dengan kondisi pada hari sebelumnya.

“Air laut memang mulai pasang, tetapi masih normal. Sampai saat ini belum terlihat tanda-tanda air laut surut jauh ke bawah maupun pasang tinggi yang disertai gelombang tinggi,” jelasnya.

Iptu Fadli menegaskan personel Polsek Sajoanging akan terus memantau perkembangan kondisi pesisir dan situasi di wilayah tersebut.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tidak lengah. Warga, khususnya yang bermukim di Lingkungan Cendrana dan Dusun Lapalare, diminta memperhatikan kondisi sekitar serta mengetahui titik-titik aman yang dapat digunakan apabila terjadi perkembangan situasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun BMKG. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum jelas sumbernya berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami meminta masyarakat mengutamakan keselamatan. Jangan panik, tetap waspada dan ikuti arahan petugas apabila ada perkembangan situasi. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Iptu Fadli.

Pemantauan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Aipda Nasriadi bersama Bripda Ahmad Syamsurya.(r)

Editor: Syafruddin Menroja

Share :

Baca Juga

Sulsel

TNI AD Resmi Membuka Rekrutmen Sekolah Calon Bintara dan Tamtama Tahun 2025

Sulsel

MNP Telan Investasi Rp5,4 Triliun, Presiden Jokowi: Pelabuhan Terbesar di KTI

Sulsel

Kadis Pendidikan Dampingi Munafri Ikuti Rakor Nasional Bareng Mendagri-Menkes Bahas MBG dan TBC

Sulsel

Menkumham Yasonna Laoly Resmikan 12 Kelurahan di Kota Makassar Jadi Desa/Kelurahan Sadar Hukum

Sulsel

Pj Bupati Wajo Ajukan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah ke DPRD

Sulsel

Dinkes Makassar Gelar Sosialisasi Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah

Sulsel

Wali Kota Munafri Ajak Lulusan UT Berperan Lewat Makassar Kreatif Hub

Sulsel

Inikubator Inovasi BRIDA Dorong Inovasi Tata Pemerintahan Sombere And Smart City