Home / Sulsel

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:59 WIB

Gandeng RSUD Yasin Bone, Kodim Wajo Edukasi Prajurit dan Persit Terkait HIV, Kanker, dan Hepatitis

Kodim 1406/Wajo menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Kanker Payudara, serta Penyakit Hepatitis Triwulan II Tahun Anggaran 2026

Kodim 1406/Wajo menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Kanker Payudara, serta Penyakit Hepatitis Triwulan II Tahun Anggaran 2026

LINTASCELEBES.COM WAJO — Kesehatan merupakan modal utama bagi prajurit dalam mengawal tugas negara, begitu pula bagi keluarga yang mendampinginya. Berangkat dari komitmen tersebut, Kodim 1406/Wajo menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Kanker Payudara, serta Penyakit Hepatitis Triwulan II Tahun Anggaran 2026.

Agenda edukatif ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Makodim 1406/Wajo, Jalan Kejaksaan No. 55, Kelurahan Bulupabbulu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh personel militer Kodim 1406/Wajo, jajaran perwira staf (Pasi), Danramil teritorial, PNS, serta tim medis dari Polkes 14.09.05 Sengkang. Tak ketinggalan, jajaran pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIV Dim 1406 Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin turut memadati ruangan.

Untuk mengupas tuntas materi, Kodim 1406/Wajo menghadirkan pakar kesehatan, dr. Andi Besse Nur Sri Afriani dari RSUD Yasin Bone, sebagai narasumber utama.

Mewakili Komandan Kodim, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1406/Wajo, Mayor Inf Askar, menegaskan bahwa pemahaman seputar dunia medis mutakhir sangat penting dimiliki oleh keluarga besar TNI. Hal ini berguna untuk mengantisipasi potensi ancaman penyakit menular maupun tidak menular yang dinamikanya masih tinggi di tengah masyarakat.

“Kesehatan adalah modal paling utama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa. Melalui sosialisasi ini, kita ingin setiap prajurit dan anggota Persit memiliki bekal pengetahuan yang mumpuni agar mampu memproteksi diri serta keluarga dari ancaman penyakit berbahaya,” ujar Mayor Inf Askar saat memberikan arahan.

Menurut Kasdim, langkah preventif (pencegahan) jauh lebih berharga dibandingkan langkah kuratif (pengobatan). Oleh karena itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat harus dimulai dari lingkungan internal asrama dan rumah tangga prajurit.

Dalam paparan materinya, dr. Andi Besse Nur Sri Afriani mengupas secara detail mengenai faktor risiko, anatomi penyebaran virus, gejala awal, hingga protokol penanganan klinis untuk penyakit HIV/AIDS, kanker payudara, dan hepatitis.

Ia menggarisbawahi bahwa khusus untuk kasus kanker payudara pada wanita (Persit) dan penularan hepatitis, kunci keberhasilan penyembuhannya terletak pada kecepatan deteksi dini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Kodim Wajo yang membuka ruang edukasi ini. Kami mengimbau kepada seluruh peserta untuk tidak ragu, takut, atau malu melakukan pemeriksaan medis berkala (medical check-up). Deteksi dini adalah senjata paling ampuh untuk meminimalisir risiko fatal sebelum penyakit berkembang ke stadium lanjut,” jelas dr. Andi Besse secara gamblang.(r)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Hadiri Women Programme, Hj. Fatmawati Rosman: Perempuan Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Sulsel

Hadiri Muswil PKS Sulsel, Munafri: Sinergi untuk Pembangunan Makassar

Advertorial

TP PKK Kabupaten Wajo Gelar Pertemuan Persiapan SMEP

Sulsel

Kapolres Wajo Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Personil Pengamanan TPS Pilkada Serentak 2024

Sulsel

Disdag Makassar Siapkan 100 paket Sembako Murah Saat Momentum HUT ke-416 Makassar

Sulsel

Pj Gubernur Jalan Pagi Bersama Pejabat OPD dan Anggota DPRD Sulsel

Sulsel

Koramil 1406-06/Pammana Gelar Patroli, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Sulsel

Danny Pomanto Optimistis Kelurahan Manggala Bawa Nama Harum Sulsel di Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2024