Rakernas ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penyatuan visi untuk menghadapi tantangan industri travel umrah yang kian dinamis. Dalam pembahasannya, Direktur Utama menegaskan bahwa DSW tetap berpijak pada fondasi spiritual, yakni melayani tamu Allah dengan keikhlasan dan tanggung jawab.
“Kepercayaan jemaah adalah prioritas utama. Kami tidak hanya menawarkan fasilitas, tetapi ketenangan dan kenyamanan ibadah melalui pendampingan yang intensif,” tegas manajemen dalam forum tersebut.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah respons perusahaan terhadap kondisi geopolitik di Timur Tengah yang kerap berdampak pada operasional penerbangan. Menyikapi risiko delay atau penundaan, Darussalam Wisata berkomitmen tetap menggunakan maskapai penerbangan langsung (direct flight) rute Makassar (UPG) – Jeddah (JED) tanpa transit. Langkah ini diambil demi meminimalisir kelelahan jemaah dan menjamin kepastian jadwal.
Terkait persaingan harga yang semakin ketat, DSW secara tegas memilih untuk tidak terjebak dalam “perang harga” yang mengabaikan kualitas. Perusahaan tetap konsisten pada standarisasi layanan VIP, reguler, maupun promo dengan transparansi sistem pembayaran dan administrasi yang lebih tertib.
Menanggapi fenomena umrah mandiri yang mulai berkembang, DSW memposisikan diri sebagai mitra ibadah yang memberikan nilai tambah melalui bimbingan manasik dan pendampingan menyeluruh, mulai dari tanah air hingga kembali dari Tanah Suci.
“Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan fisik, namun perjalanan spiritual yang membutuhkan bimbingan agar lebih bermakna,” ungkap salah satu perwakilan manajemen.
Selain agenda formal, Rakernas ini juga diisi dengan kegiatan outbound dan team building guna mempererat soliditas antara manajemen dan mitra agen sebagai ujung tombak pelayanan di daerah. Dengan mengusung slogan “Darussalam Wisata — Hati Tenang, Ibadah Lancar”, perusahaan optimis menyongsong musim umrah 2026 dengan sistem yang lebih kuat dan profesional.(r)












