Home / Sulsel

Jumat, 22 Agustus 2025 - 13:55 WIB

Wali Kota Makassar Sebut Pendidikan Lalu Lintas Harus Dimulai dari Sekolah

Wali Kota Makassar, Munafri Arifiddin, membuka dan mengisi kegiatan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar di Bosowa School, Jumat (22/08/2025)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifiddin, membuka dan mengisi kegiatan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar di Bosowa School, Jumat (22/08/2025)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifiddin, membuka dan mengisi kegiatan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar di Bosowa School, Jumat (22/08/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, perwakilan Jasa Raharja, Kejaksaan Negeri Makassar, Polrestabes Makassar, yang juga akan memberikan edukasi kepada peserta didik mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Di hadapan para siswa, Munafri menekankan pentingnya memahami aturan lalu lintas sejak dini. Menurutnya, aturan bukan sekadar rambu di jalanan, melainkan panduan dasar yang mengatur hak dan kewajiban setiap pengguna jalan.

“Peraturan lalu lintas adalah dasar kita bergerak di ruang interaksi. Kalau aturan ini diabaikan, akan terjadi kekacauan yang ujungnya merugikan diri sendiri dan orang lain. Saya ingin anak-anakku di sini tumbuh dengan kesadaran bahwa keselamatan di jalan dimulai dari disiplin diri,” ungkap Munafri.

Ia mencontohkan banyaknya pelanggaran kecil di jalana, seperti menerobos lampu merah, tidak memakai helm, hingga parkir di trotoar, yang dibiarkan begitu saja. Padahal, menurutnya, kebiasaan mengabaikan aturan kecil bisa berimbas pada persoalan besar di masyarakat.

Didepan para stakeholders, Munafri juga menyampaikan harapannya ke depan agar pendidikan lalu lintas bisa masuk dalam kurikulum dasar. Dengan begitu, anak-anak sejak sekolah dasar sudah terbiasa menghormati hak-hak pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan pesepeda.

“Kalau kita ke negara lain, zebra cross dan traffic light itu sangat dihormati. Di sana, pejalan kaki adalah prioritas utama. Nah, budaya tertib itu harus kita mulai bangun di Makassar, dimulai dari sekolah,” katanya.

Ia juga berpesan kepada siswa agar tidak tergesa-gesa ingin mengendarai motor atau mobil jika belum cukup umur. Kalau belum punya SIM, kata dia, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan terlebih dahulu.

“Taatilah aturan, karena keselamatan bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk orang lain,” tegasnya.

Munafri turut mengingatkan aparat terkait agar lebih memperhatikan pemasangan rambu-rambu di sekitar sekolah. Menurutnya, jam bubar sekolah adalah waktu rawan karena banyak siswa yang bergerombol di jalan. Rambu yang jelas dan tegas bisa meminimalisir potensi kecelakaan.

Kegiatan edukasi ini, lanjut Munafri, menjadi langkah awal yang baik dalam membangun budaya tertib lalu lintas di Makassar.

“Kalau kita semua sadar, patuh, dan menghormati aturan, insyaAllah angka kecelakaan bisa ditekan, dan kota ini akan lebih nyaman bagi semua orang,” pungkasnya.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

HUT Korp Polairud ke-70, Bupati dan Legislator Wajo Raih Penghargaan dari Kapolda Sulsel

Sulsel

TP PKK Kota Makassar Gelar Kegiatan SMEP di Kecamatan Panakukkang, Tekankan Dukung Makassar Zero Waste 2029

Sulsel

Rakor APEKSI Komwil VI, Wali Kota Munafri Dorong Sinergi Digitalisasi dan Pelayanan Publik

Sulsel

Dispora Bersama Batalyon 120 Bahas Lantang Bangngia Run Race Dalam Talk Show Kominfo

Sulsel

Suardi Saleh Pimpin Rapat Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Pembangunan TA 2022

Sulsel

Penanaman Sejuta Pohon, Bupati Wajo Sebut Beri Nilai Ekonomi Masyarakat

Sulsel

Tari Kalompoanna Parasanganta Dapat “Standing Applause” dari Warga Padang

Pendidikan

Disdik Makassar Dampingi Wali Kota Pantau Verifikasi SPMB, Tegaskan Seleksi Berjalan Transparan