Home / Wajo

Senin, 18 November 2024 - 20:07 WIB

Pjs Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Pengendalian Inflasi di Pertemuan TPID Sulsel 2024

Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, memaparkan upaya-upaya pengendalian inflasi dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan yang digelar di Same Hotel Bulukumba, Senin (18/11/2024)

Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, memaparkan upaya-upaya pengendalian inflasi dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan yang digelar di Same Hotel Bulukumba, Senin (18/11/2024)

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, memaparkan upaya-upaya pengendalian inflasi dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan yang digelar di Same Hotel Bulukumba, Senin (18/11/2024).

Andi Arwin Azis mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah melakukan beberapa langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.

Salah satunya adalah dengan menghadirkan Mini Distribution Center (MDC) yang diadakan secara rutin setiap minggunya.

“Kami di Makassar bekerja sama dengan Bank Indonesia menghadirkan Mini Distribution Center (MDC), yang juga berdasarkan arahan bapak gubernur, kami laksanakan di lima pasar tradisional setiap selasa. Ini efektif untuk mengendalikan inflasi kami,” ujar.

Lebih lanjut, Andi Arwin Azis menuturkan bahwa pihaknya juga melakukan intervensi terhadap bahan pangan pokok dengan memberikan subsidi transportasi dalam bentuk fasilitas.

“Kami di Kota Makassar setidaknya memiliki 10 mobil box besar yang bisa kami koordinasikan dengan pelaku usaha dan distributor untuk memangkas biaya distribusi dengan menawarkan pengangkutan bahan pokok yang mereka siapkan di pasar,” tuturnya.

“Itu dari gudang-gudang dan sentra produksi ke pasar, sehingga biaya transportasi dapat dipangkas, yang tentu berpengaruh pada harga pangan yang mereka jual. Alhamdulillah dengancara seperti ini, kami mampu mengendalikan harga pangan,” tambahnya.

Terakhir, Andi Arwin Azis menyampaikan bahwa Pemkot Makassar membutuhkan neraca pangan terupdate dari pemerintah provinsi sebagai sumber informasi mengenai daerah yang surplus, guna menjalin kerja sama.

“Kota Makassar sebagai daerah konsumen, bukan produsen, jadi sangat tergantung pada daerah-daerah sekitarnya untuk mendapatkan pasokan komoditas yang dibutuhkan. Oleh karena itu, informasi dari provinsi sangat membantu kami dalam melakukan intervensi,” imbuhnya.

Diketahui, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, dengan mengangkat tema “Sinergi Penguatan Ketahanan Pangan Sulsel 2024.”

Dihadiri oleh bupati/wali kota se-Sulsel, sekretaris daerah, kepala OPD terkait, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.(Sir)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Wajo

At-taubah Peduli Bantu Sembako dan Santuni Korban Lakalantas di Assorajang

Wajo

At-taubah Channel Peduli Wajo Bantu Modal Usaha Perempuan Penjual Kopi Keliling

Advertorial

Pemkab Wajo Jalin Kerjasama dengan Unhas

Advertorial

Resmikan Posyandu Siratal 2, Bupati Wajo Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Bersih

Wajo

Melalui RSA, Kanit Kamsel Satlantas Polres Wajo Beri Himbauan Tertib Lalu Lintas ke Warga Jelang Ops Lilin 2022

Wajo

Camat Ujung Tanah jadi Narasumber Edukasi Tuberkolosis di Kelurahan Pattingalloang

Wajo

Jadi Narsum, Camat Ujung Tanah Sebut Partisipasi Aktif Masyarakat sangat Diperlukan

Wajo

Upacara HKN Terakhir di Periode Pertama, Amran Mahmud Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf