Home / Sulsel

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 08:10 WIB

Bawaslu Wajo Tangani 9 Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas Kades, Aparat Desa dan ASN

Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Wajo, Heriyanto memberikan sambutan dan membuka Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Partisipatif pada Pemilihan serentak tahun 2024 di DYA Coffee & Eatery Desa Assorajang, Jumat (11/10/2024) malam

Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Wajo, Heriyanto memberikan sambutan dan membuka Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Partisipatif pada Pemilihan serentak tahun 2024 di DYA Coffee & Eatery Desa Assorajang, Jumat (11/10/2024) malam

LINTASCELEBES.COM WAJO — Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Wajo, Heriyanto menguyngkapkan kalau Bawaslu Wajo sudah menangani 9 kasus.

“Sampai hari ini Bawaslu sudah menangani 9 kasus. Dari 9 kasus tersebut terdiri dari temuan dan laporan,” ungkapnya saat membuka Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Partisipatif pada Pemilihan serentak tahun 2024 di DYA Coffee & Eatery Desa Assorajang, Jumat (11/10/2024) malam.

Heriyanto mengatakan, dalam kasus tersebut, rata rata dugaan pelanggaran netralitas Kepala Desa dan perangkat desa termasuk dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Terkait politik uang, Heriayanto mengatakan kalau Sampai hari ini belum ada temuan atau laporan dugaan politik uang. “Karena dalam Pilkada Wajo head to head tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal itu, sehingga diharapkan semua elemen masyarakat terlibat dalam pengawasan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Heriyanto  mengutarakan, kalau Pilkada, bukan saja tanggungjawab penyelengggra tetapi juga semua elemen masyarakat bertanggujawab untiuk menjaga supaya Pilkada ini terlaksana dengan sukses, aman dan lancar. “Kita semua bertanggungjawab untuk menyukseskan penyelegaraan Pemilukada. Karena Pemilukada ini merupakan milik kita bersama,” ucapnya.

Dikatakan, Pilkada tahun 2024 ini beda dengan Pilkada sebelumnya. Sepanjang sejarah, Pilkada 2024 ini merupakan pertama di Indonesia dilakukan secara serentak.

Ketua Panwascam Tanasitolo Fakhriana mengatakan kalau tujuan dari Pengawasan Pemilihan Partisipatif pada Pemilihan serentak tahun 2024 untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengawasan Pemilu dan peran mereka dalam menjaga integritas proses demokrasi

Sekadar diketahui bahwa, Narasumber yang dihadirkan dalam sosilisasi tersebut Edikator yang juga Demokrasi Abdul Karim. Sementara peserta dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan.

Hadir, Kapolsek Tanasitolo, Danramil Tanasitolo, Sekcam Tanasitolo, Ketua PPK Tansitolo, Komisioner Panwascam Tanasitolo dan undangan yang hadir.(res)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Advertorial

Hadiri Tasyakuran Tasyakuran Predikat WBK Pengadilan Agama Sengkang, Bupati Wajo Urai Penurunan Angka Pernikahan Dini

Advertorial

Sutra Wajo Berkilau di Sengkang Silk Fashion Karnaval, Bupati Ajak Lestarikan Budaya Lokal

Sulsel

Mentan Amran Serahkan Bantuan Pertanian Senilai Rp 410 Miliar di Sulsel

Sulsel

Malam Ramah Tamah HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas, Melinda Aksa Perkuat Silaturahmi Antar Daerah

Sulsel

Pemkot Makassar Fokus Ubah Pola Kelola Sampah, Edukasi Masyarakat Diperlukan

Sulsel

Konsistensi 16 Tahun, Masjid At-taubah Pasar Sentral Sengkang Mengukir Senyum Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Sulsel

Suardi Saleh Jadi Pembicara Di PAIR Annual Summit 2022

Sulsel

Resmi Dimulai, Indira Yusuf Ismail Buka O2SN SD-SMP Kota Makassar