Home / Sulsel

Selasa, 17 Januari 2023 - 21:44 WIB

Dibuka Jokowi, Danny Pomanto Hadiri Rakornas Terkait Pengendalian Inflasi

Wali Kota Makassar,  Danny Pomanto hadiri Rakornas di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Sentul City Bogor Jawa Barat, Selasa (17/01/2023).

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto hadiri Rakornas di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Sentul City Bogor Jawa Barat, Selasa (17/01/2023).

LINTASCELEBES.COM BOGOR — Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menghadiri langsung Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Selasa 17 Januari 2023.

Rakornas yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo ini dihadiri 4.545 peserta dengan mengangkat tema ‘Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi’.

Dalam arahannya, Jokowi mengatakan ada empat hal yang sangat penting untuk dijadikan perhatian bagi seluruh kepala daerah dan instansi terkait.

Pertama, pengendalian inflasi ditengah prediksi sepertiga negara di dunia bakal mengalami resesi atau sekitar 70 negara terdampak.

Meskipun inflasi nasional masih berada pada posisi stabil yakni 5,5 persen, namun ia menyebutkan di tahun 2023 Indonesia masih bisa mengalami ujian ekonomi. Hal itu membuat Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah agar turun untuk mengecek langsung kestabilan harga barang dan jasa di lapangan.

Kedua, kemiskinan ekstrem yang angkanya masih berada di 2 persen. Bahkan Jokowi menyebutkan ada 14 provinsi di Indonesia memiliki angka kemiskinan ekstrem di atas angka nasional.

Oleh karena itu, Jokowi dengan tegas meminta kerjasama seluruh kepala daerah untuk menekan angka tersebut. Ia menargetkan angka kemiskinan ekstrem berada pada zero persen di tahun 2024 mendatang.

Yang ketiga, Jokowi juga konsen terhadap kasus stunting. Ia berharap pada bonus demografi di tahun 2025, Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia memiliki kesiapan baik dari segi produktivitas dan kreativitas. Ia meminta seluruh instansi terkait, seperti Posyandu, Puskesmas, Dinas Kesehatan untuk serius dan jangan bosan memberikan edukasi utamanya pada ibu hamil. Karena 23 persen penyumbang angka stunting ada pada ibu hamil yang tidak terpenuhi gizinya selama mengandung.

Sementara yang kempat, Jokowi juga mengingatkan masalah investasi yang masih jadi rebutan di setiap negara. Olehnya itu, ia menegaskan untuk memperhatikan masalah administrasi tata ruang yang masih menjadi pokok permasalahan.

“Semua kepala daerah harus punya strategi dan kebijakan yang dibuat setelah benar-benar meninjau kondisi di lapangan. Di tahun 2023 ini kita harus hati-hati. Meskipun begitu, saya berterima kasih atas kerjasamanya dan kerja keras kita mulai dari pandemi Covid-19 yang berhasil kita lalui,” ujarnya.

Menanggapi arahan Presiden, Danny Pomanto mengungkapkan memiliki sejumlah strategi untuk tetap menstabilkan inflasi dan masalah lainnya.

Salah satunya dengan membuka pasar murah dengan memanfaatkan kontainer-kontainer yang dibangunnya sejak Covid- 19 lalu sebagai tempat gelaran pasar murah.

“Semua posko kontainer akan kami gelar jadikan tempat pasar murah. Kita juga diminta Presiden untuk selalu mengecek stok pangan dan harga cabai, beras, tomat. Alhamdulillah stok kita sangat aman berkat kemandirian masyarakat kita lewat Lorong Wisata,” ungkap Danny.

Selain itu, Danny menjelaskan ini salah satu langkah yang diinisiasi dan direalisasikan sejak periode pertamanya dan terus disempurnakan hingga saat ini.

Memandirikan masyarakat lewat Lorong Wisata dengan menanam berbagai macam komoditi seperti cabai, padi, tomat, bawang-bawangan menjadi salah satu hal yang menunjang perputaran dan kestabilan ekonomi di Kota Makassar.

Sementara untuk persoalan stunting sendiri, Danny mengatakan angka stunting di Kota Makassar berangsur-angsur menurun.

Data yang diterima dari Dinas Kesehatan Makassar menunjukkan pada tahun 2020 sebesar 10 persen turun 1 persen menjadi 9 persen pada 2021, dan pada 2022 tinggal 5 persen.

“Kita targetkan 0 persen di tahun 2024. Saya himbau untuk memperhatikan gizi dan kesehatan anak 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Apalagi kita sudah bentuk Tim Pokja Percepatan Penurunan AKI dan AKB yang berkaitan langsung dengan stunting. Ini komitmen pemerintah dan tugas kita bersama,” jelasnya.

Danny berharap, langkah-langkah strategis ini bisa menjadi suatu solusi untuk tetap memajukan perekonomian di Kota Makassar dan memandirikan masyarakat dengan melahirkan pelaku usaha atau start up baru yang memiliki produkitivitas serta kreativitas berdaya saing.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Menuju Tingkat Penggalang, Ketua ORARI Lokal Wajo Ikuti Ujian Negara Amatir Radio

Sulsel

Ketua PKK Barru Hasnah Syam Bantu Korban Kebakaran Nepo

Sulsel

Kadisdag Arlin Dampingi Wali Kota Makassar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual

Sulsel

Kedubes Inggris Temui Munafri, Jajaki Kerjasama Stadion hingga MCH

Sulsel

Wali Kota Makassar Munafri Ajak Warga Manggala Kawal Pembangunan

Sulsel

Perkuat Sinergitas Kakanwil Kemenkumham Sulsel Temui Danny Pomanto

Sulsel

Amran Mahmud Narasumber di APINDO UMKM Expo 2022

Sulsel

Satpol PP dan Damkar Barru Simulasi Pemadam Kebakaran di SPPBE PT. CISCO Sinar Jaya Energi