Home / Wajo

Rabu, 5 Oktober 2022 - 16:15 WIB

Panen Raya Padi Lazismu, Bupati Wajo Serukan Inovasi di Sektor Pertanian

Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri dan panen raya di Tomodi, Kelurahan Pattirosompe, Kecamatan Tempe, Rabu (5/10/2022). Kegiatan ini digelar Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wajo melalui Program Tani Bangkit, Rabu 05/10/2022.

Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri dan panen raya di Tomodi, Kelurahan Pattirosompe, Kecamatan Tempe, Rabu (5/10/2022). Kegiatan ini digelar Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wajo melalui Program Tani Bangkit, Rabu 05/10/2022.

LINTASCELEBES.COM WAJO — Dengan luas lahan persawahan yang dimiliki, Kabupaten Wajo jadi salah satu penyangga utama produksi padi terbesar di Sulawesi Selatan (Sulsel). Sektor terkait diharapkan terus berinovasi untuk pengembangan ke depan.

Hal itu seperti disampaikan Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat menghadiri panen raya di Tomodi, Kelurahan Pattirosompe, Kecamatan Tempe, Rabu (5/10/2022). Kegiatan ini digelar Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wajo melalui Program Tani Bangkit.

Panen raya turut dihadiri Wakil Bupati, Amran, Ketua DPRD Wajo, Andi Muhammad Alauddin Palaguna, jajaran Forkopimda, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Lazismu, Mahli Zainuddin Tago, dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lazismu Sulsel, Alimuddin.

Lalu, Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDP KUMKM) Kementerian Koperasi RI, Supomo bersama jajaran, Ketua PD Muhammadiyah Wajo, Syekh Haedar Kadir, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Wajo, Ambo Mai, Camat Tempe, Supardi bersama para lurah, para kader Muhammadiyah serta sejumlah undangan lainnya.

Amran Mahmud mengungkapkan, Wajo bukanlah daerah dengan luas lahan persawahan terluas di Sulsel. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel 2021 menunjukkan Bumi Lamaddukelleng punya luas lahan 133.495,30 hektare. Kedua terluas setelah Kabupaten Bone dengan 165 259,93 hektare.

Biar begitu, kata Amran Mahmud, dari segi produksi, Wajo bisa bersaing. Rata-rata produksi padi per tahun sekitar 800 ribu ton. “Hal ini disebabkan karena Wajo memiliki lahan persawahan yang beragam. Ada yang tadah hujan, ada semiteknis, dan ada lahan persawahan teknis,” ungkap kepala daerah bergelar doktor ini.

Amran Mahmud pun memuji Lazismu Wajo. Menurutnya, program yang dijalankan sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, yakni pengembangan sektor pertanian.

“Kabupaten Wajo memiliki potensi pertanian yang sangat luas tentu. Tentu hal ini menjadi peluang bagi pemerintah dan masyarakat Wajo untuk terus berinovasi mengembangkan sektor pertanian,” ucap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Wajo ini.

Sementara, Ketua Umum PP Lazismu, Mahli Zainuddin Tago, yang hadir pada kesempatan ini mengatakan Lazismu mendorong penuh program pemberdayaan petani melalui Program Tani Bangkit, termasuk di Wajo.

Mahli juga berpesan agar pemberdayaan petani dibarengi dengan pembenahan pasar. “Jangan sampai kita sukses memberdayakan petaninya, tetapi kita terkendala oleh pasar. Akhirnya apa yang kita lakukan menjadi sia-sia karena hasil panen petani tidak terserap oleh pasar,” ucapnya. Selain panen raya, pada kesempatan yang sama dilakukan pula pengukuhan Jemaah Tani Muhammadiyah Wajo.(Far-Res)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Wajo

Wajo Masuk 30 Besar se Indonesia Capai 100 Persen Perekaman KTP Elektronik

Wajo

Ikut Andil Mengisi Kemerdekaan RI ke 76, Camat Tempe Apresiasi Wajo Onthel Community

Wajo

Bersiap Hadapi Verifikasi KKS Tingkat Provinsi, Wajo Bidik Swasti Saba Wistara Kelima

Sulsel

Bupati Tinjau Daerah Perbatasan Wajo-Sidrap di Desa Awo Pitumpanua

Wajo

Wakil Bupati Wajo Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Barangmamase Sajoanging

Advertorial

Kunjungan AIA, Amran Mahmud: Wajo Akan Terima Bantuan Rp200 M untuk Water Treatment Plan

Advertorial

Masker Pelita Antar Wajo Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2022

Wajo

Amran Mahmud Harapkan Adanya Kolaborasi Kadin dengan Pemda Wajo