Home / Wajo

Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:12 WIB

Pemkab Wajo Dorong Generasi Muda Pelajari Sastra Lisan Makkacapi

LINTASCELEBES.COM WAJO —Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo mengakui beratnya mempertahankan warisan budaya di tengah perkembangan zaman yang makin modern. Namun, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan. Hal itulah yang menjadi tugas bersama.

Hal itu jadi bahasan pada kegiatan Revitalisasi Sastra Lisan Bugis Makkacapi di Aula Hotel Sallo, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sabtu (28/5/2022). Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, Armayani, mewakili Bupati Wajo, Amran Mahmud.

Menurutnya, makkacapi sebagai salah satu bentuk kebudayaan lisan Suku Bugis yang penuh dengan berbagai pesan moral, masih memiliki nilai yang tinggi dibanding musik modern.

“Tetapi, pertanyaan selanjutnya, apakah pendapat ini hanya berlaku pada kalangan generasi usia 40 sampai lanjut usia? Seperti usia kita yang dulunya sering melihat makkacapi,” ucap Armayani.

Di saat bersamaan, kata dia, generasi milenial kurang memiliki minat untuk mendengarkan bahkan memahami isi sastra lisan pada makkacapi. Terlebih lagi, untuk mendengarkan secara langsung makkacapi terkadang hanya dapat disaksikan saat ada hajatan perkawinan atau kebudayaan. Selain itu, para pelestari tradisi makkacapi sebagian besar telah berusia lanjut.

“Itu semua menjadi persoalan sehingga menurunkan minat kaum milenial terhadap sastra lisan makkacapi. Maka langkah strategis yang saya sarankan dengan melakukan revitalisasi sastra lisan. Generasi jaman old akan tergantikan dengan generasi jaman now. Kita harus melihat apa sih yang menjadi kebutuhan mereka,” ungkap mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Wajo ini.

Armayani mengatakan, sudah saatnya melakukan revitalisasi dengan memanfaatkan berbagai platform media untuk menyebarluaskan sastra lisan makkacapi, baik melalui YouTube maupun media sosial berupa lain, seperti Facebook, WhatsApp, atau TikTok.

“Generasi muda yang ganteng dan cantik sebagai pemerannya. Mereka memiliki daya tarik tersendiri pada generasinya untuk menonton. Maestro makkacapi tetap dibutuhkan untuk melahirkan generasi penerus,” jelasnya.

Sementara, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Yani Prayono, menyampaikan bahwa program revitalisasi sangat penting dalam sastra lisan makkacapi untuk menyelamatkan bahasa dan sastra daerah.

“Dalam makkacapi itu tersimpan pesan-pesan bijak dari para leluhur yang seharusnya bisa dicermati oleh generasi kita saat ini dan yang akan datang sehingga ini perlu dijaga kelestariannya,” ucapnya.

Yani juga berharap agar di sekolah-sekolah, selain diajarkan bagaimana bahasa Indonesia yang baik dan benar, perlu juga diajarkan tentang bahasa daerah. “Bahasa merupakan salah satu penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Kegiatan yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dengan difasilitasi Pemkab Wajo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) ini turut dihadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo, Ridwan Angka, Sekretaris Disdikbud Wajo, Yahya, para penggiat dan pencinta budaya lisan atau makkacapi, serta undangan lainnya. (Far)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gara-gara Ini, Bupati Wajo Sidak RSUD Lamaddukelleng di Hari Minggu

Wajo

B2PJN Sulsel Lanjutkan Pengerjaan Ruas Jalan Cempa

Advertorial

Festival Danau Tempe, Bupati Wajo: Dua Tahun Terpuruk Oleh Covid 19, Mari Bangkitkan Kembali Kepariwisataan

Olahraga

Resmikan GOR Liasanti, Ketua Umum PBSI Harapkan Semakin Menggelorakan Bulutangkis di Wajo

Wajo

Bupati Wajo Ajak Pengurus HIPKI Sulsel Berinovasi Kembangkan Persuteraan

Sulsel

Jumlah Pasien Sembuh Covid 19 di Wajo Bertambah, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Sulsel

Solusi Banjir Kota Sengkang, Pemkab Wajo-Unhas Reviu Master Plan Drainase

Advertorial

Wajo Berhasil Angkat Indeks Pembangunan Manusia di Tengah Pandemi COVID-19