Home / Wajo

Kamis, 9 Desember 2021 - 17:32 WIB

Cegah Pernikahan Anak, DINSOSP2KBP3A Wajo Perkenalkan Inovasi SATRIA

Andi Satriani Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial, P2KB Dan P3A Audiens dengan Wakil Bupati Wajo untuk memperkenalkan KSATRIA Kecamatan Tempe di Ruang Kerja Wakil Bupati Wajo, Kamis (9/12/2021).--Eddy--

Andi Satriani Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial, P2KB Dan P3A Audiens dengan Wakil Bupati Wajo untuk memperkenalkan KSATRIA Kecamatan Tempe di Ruang Kerja Wakil Bupati Wajo, Kamis (9/12/2021).--Eddy--

LINTASCELEBES.COM WAJO —Perkawinan anak berdampak masif di antaranya meningkatnya risiko putus sekolah, pendapatan rendah, kesehatan fisik akibat anak perempuan belum siap hamil dan melahirkan. Selain itu terdapat ketidaksiapan mental dalam membangun rumah tangga sehingga akan memicu tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pola asuh tidak benar, hingga berujung pada perceraian.

Terkait hal tersebut, Andi Satriani Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Sosial, P2KB Dan P3A mengatakan, perkawinan anak telah menjadi isu mendesak untuk diselesaikan.

Selama ini ada anggapan, pernikahan anak kerap terjadi di pedesaan karena paksaan dari keluarga. Tapi saat ini yang terjadi, pernikahan anak juga banyak terjadi di perkotaan.

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan Audiens dengan Wakil Bupati Wajo untuk memperkenalkan KSATRIA Kecamatan Tempe di Ruang Kerja Wakil Bupati Wajo, Kamis (9/12/2021).

Dinas Sosial, P2KB dan P3A Kabupaten Wajo melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak melakukan upaya pencegahan perkawinan anak melalui inovasi SATRIA (Say No To Perkawinan Anak)

Menurut Inovator SATRIA ini, SATRIA (Say No To Perkawinan Anak) adalah Inovasi yang bertujuan untuk mewujudkan Gerakan Pencegahan Perkawinan Anak pada masyarakat melalui KSATRIA (Komunitas SATRIA ), dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Pemenuhan Hak Anak dan Dampak perkawinan Anak sehingga dapat menurunkan Angka Perkawinan Anak di Kabupaten Wajo.

“Pesan yang dibawanya adalah demi membangun pemahaman masyarakat tentang perlunya nikah pada usia matang,” jelas Andi Satriani.

Dilanjutkannya, untuk mensukseskan Terobosan Inovatif ini, yang diperlukan adalah melakukan sebuah Gerakan bersama orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak, mendukung terwujudnya pemenuhan hak- hak anak dan mencegah terjadinya praktik perkawinan anak, dengan jargon Say No To Perkawinan Anak (SATRIA) membentuk Komunitas yang terdiri dari semua elemen masyarakat. Komunitas ini diberi nama KSATRIA (Komunitas SATRIA).

“Komunitas SATRIA ini bertugas melakukan Advokasi dengan pemangku kepentingan untuk mendapatkan dukungan, melakukan sosialisasi tentang dampak perkawinan anak melalui Poster, Leaflet, Flyer dan Sticker
Bermain Bersama, melibatkan orang tua dan anak dalam satu kegiatan, serta melakukan Penyebaran Informasi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook dan Youtube serta WhatsApp,” jelasnya.

Semoga gerakan ini dapat merubah pola pikir masyarakat tentang perkawinan anak, memahami tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak serta dampak buruk perkawinan anak sehingga tidak ada lagi praktik-praktik perkawinan anak.(Eddy)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Wajo

Didampingi Ibu Negara, Presiden Akan Tinjau Vaksinasi dan Resmikan Bendungan Paselloreng di Wajo

Wajo

Sulbar Kembali Diguncang Gempa, Bupati Wajo Galang Dana Bantu Para Korban

Wajo

Dua warga Kurang Mampu di Pammana Dapat Bantuan Listrik dari At-taubah Channel

Advertorial

Dilantik Hari Ini, Amran Mahmud Harapkan ICMI Wajo Bisa Membuat Terobosan

Advertorial

Bupati Susun Langkah Taktis Antispasi Penyebaran Covid 19 Masuk di Wajo

Advertorial

Pemkab Wajo bersama Forkopimda Sambut Hangat Wamendes dan PDTT di Rujab

Wajo

Pemkab-Forkopimda Wajo Sepakat Terapkan Hasil Vaksinasi sebagai Syarat Pelayanan

Sulsel

Film “Liang Hipotalamus” Cari Pemeran, Utamakan Masyarakat Wajo