Home / Sulsel

Minggu, 7 November 2021 - 11:36 WIB

Target Cakupan 70 Persen Akhir Desember, Bupati Wajo Minta Masyarakat Jangan Takut Divaksin

Bupati Wajo H. Amran Mahmud bersama Wakil Bupati Wajo H. Amran SE

Bupati Wajo H. Amran Mahmud bersama Wakil Bupati Wajo H. Amran SE

LINTASCELEBES.COM WAJO — Bupati Wajo, Amran Mahmud, menyampaikan pemerintah terus berupaya keras memutus rantai penyebaran COVID-19, termasuk di Kabupaten Wajo. Menjadi perhatian kini yakni memasifkan vaksinasi demi terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Data terakhir per Sabtu (6/11/2021) kasus positif di Wajo telah mencapai angka nol atau zero COVID-19. Namun demikian, hal itu tidak menjadikan pemangku kebijakan setempat berpuas diri. Terlebih Bumi Lamaddukelleng kini malah naik status dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 ke level 3.

Amran Mahmud menyebutkan, naiknya status PPKM karena pertimbangan cakupan vaksinasi. Wajo bersama sejumlah daerah lain di Sulsel, capaian vaksinasinya masih tergolong rendah.

“Saat ini, meskipun kasus positif kita sudah nol kasus, tapi karena cakupan vaksinasi kita masih sekitar 31 persen, jadi PPKM kita naik ke level 3 yang mempersyaratkan minimal harus 40 persen dosis pertama,” ungkap Amran Mahmud.

Oleh karena itu, lanjutnya, saat ini pihaknya tengah memasifkan pelaksanaan vaksinasi. Target pada akhir November ini minimal 50 persen dan akhir Desember 70 persen. Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dalam rapat virtual sebelumnya.

“Saya harap masyarakat mendukung untuk kesuksesan pencapaian target vaksinasi tersebut. Jangan-ki’ takut divaksin, juga mumpung masih gratis. Saya minta camat untuk membantu memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi dengan berkomunikasi dengan puskesmas,” tuturnya.

Bupati bergelar doktor ini juga menyampaikan dampak pandemi yang telah melanda secara global dan memengaruhi tiap lini kehidupan. Selain pembatasan kegiatan masyarakat, pandemi juga menyebabkan pengurangan anggaran atau refocussing, pengembalian anggaran ke pusat untuk penanganan COVID-19.

“Akibatnya, beberapa program kita, misalnya infrastruktur jalan yang kita sudah anggarkan begitu banyak, namun karena pandemi ini, dikembalikan sebagian anggaran kita ke pusat sehingga kita maksimalkan yang ada. Anggaran yang di-refocussing itulah yang menjadi bantuan selama COVID-19 ini yang diberikan kepada masyarakat dan digunakan oleh satgas untuk penanganan,” terangnya.

Ia berharap, masa pandemi segera berakhir, sehingga program-program Pemkab Wajo bisa lebih dimaksimalkan. Karena itu, salah satu cara melewati masa pandemi, yakni bagaimana meningkatkan vaksinasi, serta selalu patuh pada protokol kesehatan. (res)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Jambore PKK dan Expo UMKM, Naoemi Octarina Ingatkan Kader Kerja Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas

Sulsel

Sinergi Disiplin dan Kebersihan, Personel Polres Wajo Gelar Kurvei Usai Apel Pagi

Advertorial

Arifin Dg Kulle Sebut Peraturan Daerah KTR Belum Berjalan Maksimal

Sulsel

Pemkot Makassar Bersama BPJS Kesehatan Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama

Sulsel

PDAM Makassar Peduli Sambangi Korban Angin Puting Beliung di Maccini Sombala

Sulsel

Teknologi AutoThermiX Atasi Sampah Makassar, Jadi Ekonomis

Sulsel

HUT Ke 416 Tahun Makassar, Momentum Perpisahan Wakil Wali Kota Makassar

Sulsel

Wali Kota Munafri Harap Ketua KKSS Baru Bawa Kejayaan Bagi Sulsel